Menanggapi hal ini, Widiyanti menjelaskan bahwa pembatalan hanya dilakukan jika ada agenda penting dengan Presiden Prabowo atau rapat mendesak bersama DPR.
“Saya tidak pernah sih (membatalkan), kecuali kalau saya dipanggil Presiden dan DPR gitu ya. Memang dalam kementerian itu kita dipanggilnya rapat tuh mendadak sehari sebelumnya,” jelasnya.
Widiyanti juga menceritakan pengalamannya saat sudah berada di Bali namun harus kembali ke Jakarta mendadak demi memenuhi undangan Presiden.
Gaya Hidup dan Fashion Ikut Jadi Sorotan
Foto-foto dirinya mengenakan busana dari brand mewah ikut ramai diperbincangkan. Widiyanti mengklarifikasi bahwa foto tersebut diambil sebelum dirinya menjabat sebagai menteri.
“Kalau ada isu yang pakai baju (brand mewah) itu tuh sebelum saya jadi menteri, foto bulan Juni. Memang salah saya tidak menghapus foto itu karena saya tidak berburuk sangka ada orang seperti itu,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa saat menjabat, ia berkomitmen mendukung produk lokal, termasuk fashion dalam negeri.
Belajar dari Sorotan Public Speaking
Kemampuan public speaking-nya yang sempat viral karena tampak gugup juga ia tanggapi santai.
“Ya, itu kan harus pengalaman yang dilakukan terus-menerus. Saya rasa, saya belajar dari situ. Tapi kalau mengenai bahasa Inggris saya nggak masalah lho,” ujarnya sambil berkelakar.
Melalui klarifikasinya, Menpar Widiyanti berharap isu-isu tersebut tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman publik, dan ia menegaskan akan fokus pada peningkatan sektor pariwisata nasional.***
Artikel Terkait
Tradisi Nyangku Panjalu, Harapan Bupati Ciamis Untuk Meningkatkan Potensi Pariwisata di Kabupaten Ciamis
Maksimalkan Potensi Pariwisata: Pj Bupati Garut Dorong Tingkatkan Kualitas dan Keamanan Destinasi Wisata Kabupaten Garut
Pj Bupati Garut Dorong Pembangunan Pariwisata dan Budaya, Transformasi Menuju Destinasi Wisata Unggulan
Launching Calendar of Event Ciamis 2024, Kabupaten Ciamis Bakal Hadirkan Ragam Acara untuk Dongkrak Pariwisata
Sekda Kota Tasikmalaya Hadiri Acara Pengembangan dan Peningkatan Pariwisata Kampung Salapan melalui FKKS
Pelepasan West Java Adventure Offroad, Promosi Pariwisata dan Penguatan Kepedulian Sosial di Kabupaten Tasikmalaya