Menanggapi hal ini, Nanik menekankan bahwa menu seperti burger dan spaghetti tidak menjadi sajian harian, melainkan hanya sesekali sesuai permintaan siswa.
“Supaya anak-anak tidak bosan, satu minggu mereka boleh request makanan tertentu yang belum pernah mereka coba,” jelasnya.
Kontroversi ini menunjukkan tarik-menarik antara komitmen pemerintah menyediakan gizi sehat bagi anak bangsa dengan tuntutan masyarakat untuk melibatkan UMKM.
Kini publik menunggu langkah tegas BGN dalam memastikan menu MBG bebas dari dominasi UPF sekaligus tetap mendukung ekonomi lokal.***
Artikel Terkait
Kemenkes Perketat Awasi MBG, Wajibkan SLHS, Gerakkan Puskesmas, dan Pantau Dapur SPPG untuk Cegah Keracunan
Prabowo Sentil Koruptor Lihai, Tegaskan Panggil Jaksa Agung hingga Klaim Selamatkan Rp300 Triliun untuk MBG
Fakta Terkini Tragedi Keracunan Massal MBG di KBB, Terungkap Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Khusus Sekolah
Evaluasi Besar Program MBG, Said Abdullah Usul Kantin Sekolah Jadi Dapur, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius
Prabowo Tegaskan MBG Tetap Jalan, Semua Dapur Harus Steril dan Gunakan Test Kit Sebelum Distribusi
Kasus Keracunan Massal di KBB, BGN Nonaktifkan 56 Dapur MBG dan DPR Usulkan Kantin Sekolah Jadi Pusat Produksi