Dorongan bagi industri tekstil menjadi salah satu upaya fiskal dan kebijakan perdagangan yang disuarakan Purbaya. Ia menggarisbawahi pentingnya menyingkirkan barang ilegal agar produk lokal, khususnya busana muslim dan garmen, dapat bersaing adil.
“Saya nggak akan ngasih pasar kita ke negara lain tanpa perlawanan, nanti kita panggilin. Saya harusnya ketemu pengusaha-pengusaha juga nggak lama nanti,” tegasnya.
Menteri Keuangan menempatkan kombinasi intervensi likuiditas, perbaikan sistem administrasi pajak, pengawasan impor, dan pembenahan rantai industri sebagai paket kebijakan yang saling melengkapi.
Pemerintah berharap respons cepat dari perbankan dan aparat terkait akan mempercepat aliran kredit, menyelesaikan bottleneck fiskal, serta menghidupkan permintaan domestik, semua demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih solid di akhir tahun.***
Artikel Terkait
Bahlil Singgung Menkeu Purbaya soal LPG 3 Kg, Salah Baca Data hingga Butuh Penyesuaian Sebagai Menteri Baru
Polemik Data Harga LPG 3 Kg, Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Saling Balas Pernyataan Soal Subsidi
Luhut Pandjaitan Ingatkan Menkeu Purbaya soal Anggaran MBG, Penyerapan Sudah Baik, Tidak Perlu Tarik Dana
Polemik Subsidi LPG 3 Kg, Misbakhun Tegur Menkeu Purbaya, Bahlil Singgung Soal Data yang Dinilai Salah Baca
IKN Dikebut Jadi Ibu Kota Politik 2028, Basuki Lapor ke Istana dan Menkeu Purbaya Siapkan 3 Skema Pembiayaan
Menkeu Purbaya Wacanakan Pemutihan Produsen Rokok Ilegal, Negara Siapkan Skema Cukai Baru yang Lebih Adil