Fenomena ‘Purbaya Everywhere’ di Medsos, Pakar Ekonomi Nilai Publik Tertipu Gaya Koboi Menkeu

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:41 WIB
Fenomena Purbaya Everywhere di media sosial menuai reaksi beragam. Pakar ekonomi Ferry Latuhihin menilai publik jangan mudah tertipu oleh gaya komunikatif Menkeu Purbaya. (Dok. Menkeuri - Ferry Latuhihin)
Fenomena Purbaya Everywhere di media sosial menuai reaksi beragam. Pakar ekonomi Ferry Latuhihin menilai publik jangan mudah tertipu oleh gaya komunikatif Menkeu Purbaya. (Dok. Menkeuri - Ferry Latuhihin)

Mediapriangan.com - Fenomena Purbaya Everywhere tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Menteri Keuangan (Menkeu Purbaya) Yudhi Sadewa mencuri perhatian publik lewat gaya komunikasinya yang khas, bahkan disebut-sebut bergaya “koboi” dalam menyampaikan pesan ekonomi.

Penampilan Menkeu Purbaya yang pernah mengenakan jaket biru berlogo angka 8 persen, simbol target pertumbuhan ekonomi nasional, juga menjadi sorotan. Dengan nada santai, ia mengaku jaket itu berasal dari pihak istana.

“Sebelumnya nih, dibagi dari sana. Dari orang istana,” ujarnya sambil menunjuk logo di dadanya yang bertuliskan "8 persen" saat meninggalkan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegas Tolak Burden Sharing, Sebut Tak Akan Campur Kebijakan Fiskal dan Moneter Lagi

Purbaya menilai target 8 persen mencerminkan optimisme pemerintah untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2026 mendatang. Ia juga menyebut tren konsumsi masyarakat kuartal IV-2025 diyakini bakal menembus di atas 5,5 persen—lebih tinggi dari laju kuartal II sebesar 5,12 persen.

Menurut Menkeu Purbaya, peningkatan itu tak lepas dari kebijakan penempatan dana Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Data retail sales BI mulai naik di bulan terakhir ini, di September. Karena sebagian dampak dari uang yang saya gelontorkan mulai terasa di sistem," kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia INDEF di Jakarta, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akui Pernyataan Jokowi soal Whoosh “Ada Betulnya Sedikit”, tapi Ungkap Fakta yang Belum Terlihat

"Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih terlihat dampaknya di ekonomi,” imbuhnya.

Namun, di balik euforia Purbaya Everywhere di jagat maya, muncul kritik dari kalangan ekonom yang menilai perhatian publik kini lebih banyak tertuju pada citra ketimbang substansi kebijakan.

Ferry Latuhihin: Publik Mudah Tertipu Gaya Pejabat

Pengamat Ekonomi sekaligus Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin, menilai masyarakat Indonesia kerap terlena oleh gaya komunikatif para pejabat publik. Ia bahkan menyebut target pertumbuhan ekonomi 8 persen masih jauh dari realistis jika pemerintah belum memberi ruang besar bagi sektor swasta.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ancam Tangkap Penolak Razia Balpres, Aksi Tegas Berantas Mafia Baju Bekas Senilai Rp112 Miliar

“Saya katakan negara ini terlalu dominan menyetir ekonomi," ujar Ferry dalam siniar YouTube Rakyat Bersuara, pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X