Ketum PP GP Ansor Serukan Soliditas Banser di Makam Sunan Gunung Jati, Jihad Banser Jaga Kebinekaan

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 24 Desember 2025 | 04:52 WIB
Ketua Umum PP GP Ansor H. Addin Jauharudin menekankan soliditas, disiplin, dan kerapihan pasukan Banser saat apel kebangsaan di Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Selasa (23/12/2025). (DFK)
Ketua Umum PP GP Ansor H. Addin Jauharudin menekankan soliditas, disiplin, dan kerapihan pasukan Banser saat apel kebangsaan di Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Selasa (23/12/2025). (DFK)

 

Mediapriangan.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H. Addin Jauharudin, menyerukan soliditas, kedisiplinan, dan kerapihan seluruh pasukan Banser saat apel kebangsaan di pelataran Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon.

Dalam arahannya, Addin menegaskan tidak boleh ada satu pun kader Banser yang keluar dari barisan perjuangan yang digerakkan GP Ansor.

Menurutnya, kekuatan Banser terletak pada soliditas dan disiplin sebagai pasukan pengabdian untuk bangsa dan negara.

“Saya tidak ingin satu pun sahabat Banser keluar dari barisan. Seluruh pasukan harus solid, rapi, dan disiplin,” tegasnya, Selasa (23/12/2025).

Baca Juga: Kapolri Tegaskan Banser Garda Terdepan NKRI di Apel Kebangsaan 10.000 Kader di Cirebon

Addin mengingatkan, apa yang dilakukan Banser hari ini belum sebanding dengan perjuangan para pendahulu bangsa.

Ia menyebut almarhum Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk menjaga persatuan Indonesia.

Lebih jauh, ia menyinggung pengorbanan almarhum Riyanto, kader Banser yang gugur saat peristiwa bom Natal 2000 di Mojokerto demi menyelamatkan jemaat gereja.

Addin menegaskan, pengorbanan tersebut bukan untuk diratapi, melainkan dicatat sebagai amanah perjuangan yang harus dijaga selamanya.

Baca Juga: Hari Bela Negara, BUMN Kerahkan Ribuan Relawan dan Armada Bantuan untuk Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera

"Beliau rela membawa bom keluar gereja demi menyelamatkan orang lain. Tubuhnya tercabik-cabik bersama seragam kebanggaan Banser. Ini bukan untuk ditangisi, tapi untuk kita pegang sebagai warisan perjuangan. Selama Indonesia berdiri, tugas Banser adalah jihad menjaga keamanan, ketertiban, dan kebinekaan,” ujar Addin dengan suara lantang.

Menurutnya, Indonesia hidup dari keberagaman. Keberagaman itulah yang menjadi nyawa bangsa, sementara pergerakan adalah urat nadi perjuangan Banser dan Ansor.

“Dalam diri kita mengalir darah Indonesia. Nyawa Indonesia adalah keberagaman. Karena itu, jangan pernah lepas dari spektrum perjuangan kebangsaan,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X