JAKARTA, Mediapriangan.com - Kritik tajam terhadap perusahaan teknologi global kembali mencuat setelah Menkomdigi melakukan sidak Meta di Jakarta. Dalam inspeksi tersebut, pemerintah menilai penanganan konten DFK di platform digital milik Meta masih jauh dari memadai.
Sorotan itu muncul di tengah besarnya jumlah pengguna layanan Meta di Indonesia. Facebook dan WhatsApp bahkan disebut memiliki puluhan juta pengguna aktif, sehingga efektivitas moderasi konten menjadi isu penting bagi keamanan ruang digital.
Dalam kunjungannya, Menkomdigi mempertanyakan ketimpangan respons Meta terhadap berbagai jenis konten di platform mereka. Ia menilai ada perbedaan mencolok antara kecepatan penghapusan isu tertentu dengan penanganan konten DFK yang dianggap berbahaya bagi masyarakat.
"Kenapa bagi isu-isu tertentu, self censorship dilakukan," kata Meutya sebagaimana dilansir dari postingan TikTok resminya, @duniameutya, pada Jumat, 6 Maret 2026.
"Tapi bagi hal-hal yang dinilai mengganggu di Indonesia, hoax terkait kesehatan dan pemerintahan, yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, itu kenapa lama?" sambungnya.
Kepatuhan Meta Dinilai Rendah
Pemerintah mengungkap bahwa tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran, termasuk konten DFK dan promosi judi online, masih sangat rendah. Berdasarkan pemantauan, angka kepatuhan platform tersebut baru mencapai sekitar 28,47 persen.
Angka itu membuat Menkomdigi menilai sistem moderasi Meta belum cukup responsif terhadap laporan maupun temuan pemerintah terkait konten DFK yang berpotensi memicu konflik sosial di ruang digital.
Situasi ini dinilai mengkhawatirkan mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar pengguna terbesar bagi layanan Meta di dunia.
Perbandingan dengan Penghapusan Isu Palestina
Dalam sidak tersebut, Menkomdigi juga menyinggung respons cepat Meta dalam menghapus konten tertentu, termasuk yang berkaitan dengan isu Palestina. Menurutnya, respons cepat itu justru berbanding terbalik dengan lambatnya penanganan konten DFK di Indonesia.
Artikel Terkait
Tarling di Cihaurbeuti, Bupati Herdiat Sunarya Buka Kondisi Defisit APBD Ciamis dan Ingatkan Bahaya Judi Online
KPK Selidiki Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, Kelompok Pegiat Anti Korupsi Klaim Temuan Awal Dugaan Rasuah
Viman Alfarizi Ramadhan Buka Musrenbang Diskominfo Kota Tasikmalaya, Dorong Digitalisasi Pemerintahan Lebih Efektif
Jakarta LavAni Resmi Rekrut Dimas Saputra Jelang Final Four Proliga 2026, Tambah Kekuatan di Posisi Opposite
Isu Pergantian Pemain Asing Jakarta LavAni Jelang Final Four Proliga 2026 Menguat, Nama Georg Grozer Disebut
Rumor Final Four Proliga 2026, Jakarta Bhayangkara Presisi Dikabarkan Dekati Basil Dermaux Jelang Bursa Transfer