Sidak Meta, Menkomdigi Soroti Konten DFK yang Lambat Ditangani Meski Penghapusan Isu Palestina Dinilai Cepat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:19 WIB
Sidak Meta di Jakarta, Menkomdigi kritik lambatnya penanganan konten DFK dan menilai penghapusan isu Palestina justru lebih cepat. (Dok. Komdigi)
Sidak Meta di Jakarta, Menkomdigi kritik lambatnya penanganan konten DFK dan menilai penghapusan isu Palestina justru lebih cepat. (Dok. Komdigi)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Kritik tajam terhadap perusahaan teknologi global kembali mencuat setelah Menkomdigi melakukan sidak Meta di Jakarta. Dalam inspeksi tersebut, pemerintah menilai penanganan konten DFK di platform digital milik Meta masih jauh dari memadai.

Sorotan itu muncul di tengah besarnya jumlah pengguna layanan Meta di Indonesia. Facebook dan WhatsApp bahkan disebut memiliki puluhan juta pengguna aktif, sehingga efektivitas moderasi konten menjadi isu penting bagi keamanan ruang digital.

Dalam kunjungannya, Menkomdigi mempertanyakan ketimpangan respons Meta terhadap berbagai jenis konten di platform mereka. Ia menilai ada perbedaan mencolok antara kecepatan penghapusan isu tertentu dengan penanganan konten DFK yang dianggap berbahaya bagi masyarakat.

Baca Juga: Kasad Maruli Serahkan Bantuan rumah prajurit gugur, TNI AD Pastikan keluarga prajurit tetap jadi keluarga besar

"Kenapa bagi isu-isu tertentu, self censorship dilakukan," kata Meutya sebagaimana dilansir dari postingan TikTok resminya, @duniameutya, pada Jumat, 6 Maret 2026.

"Tapi bagi hal-hal yang dinilai mengganggu di Indonesia, hoax terkait kesehatan dan pemerintahan, yang mengadu domba masyarakat terkait SARA, itu kenapa lama?" sambungnya.

Kepatuhan Meta Dinilai Rendah

Pemerintah mengungkap bahwa tingkat kepatuhan Meta dalam menindaklanjuti temuan pelanggaran, termasuk konten DFK dan promosi judi online, masih sangat rendah. Berdasarkan pemantauan, angka kepatuhan platform tersebut baru mencapai sekitar 28,47 persen.

Baca Juga: Jadwal Film Bioskop Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Hari Ini, Ada Panda Plan hingga Titip Bunda di Surga-Mu

Angka itu membuat Menkomdigi menilai sistem moderasi Meta belum cukup responsif terhadap laporan maupun temuan pemerintah terkait konten DFK yang berpotensi memicu konflik sosial di ruang digital.

Situasi ini dinilai mengkhawatirkan mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar pengguna terbesar bagi layanan Meta di dunia.

Perbandingan dengan Penghapusan Isu Palestina

Dalam sidak tersebut, Menkomdigi juga menyinggung respons cepat Meta dalam menghapus konten tertentu, termasuk yang berkaitan dengan isu Palestina. Menurutnya, respons cepat itu justru berbanding terbalik dengan lambatnya penanganan konten DFK di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X