DENPASAR, Mediapriangan.com - Sebanyak 33 organisasi, asosiasi, dan komunitas lintas sub-sektor mulai mematangkan desain organisasi Bali Creative Board (BCB) dalam pertemuan intensif yang digelar di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis, 16 April 2026.
Berbeda dengan pertemuan perdana pada Februari lalu yang baru sebatas silaturahmi, forum kali ini telah menyepakati bentuk organisasi BCB sebagai sebuah federasi.
Artinya, wadah ini akan menjadi rumah besar bagi berbagai asosiasi mulai dari bidang aplikasi, gim, arsitektur, kriya, kuliner, hingga musik, dan bukan ditujukan untuk keanggotaan individu.
Baca Juga: Taliabu Gandeng ICCN, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Jalan Baru Lepas dari Ketergantungan Tambang
Konseptor sekaligus koordinator pembentukan Bali Creative Board, Dr. Made Artana, menjelaskan bahwa langkah konsolidasi ini sangat krusial agar para pelaku industri kreatif memiliki daya saing yang setara dengan industri pariwisata yang sudah mapan.
"Bali memiliki potensi yang sangat besar di bidang ekonomi kreatif dan digital. Kita punya kekayaan adat, budaya, tradisi, talenta kreatif, dan pasar yang kuat," ujar Made Artana.
Semua potensi ini perlu dihimpun, lanjut Made Artana, dalam satu wadah bersama agar pelaku ekraf dan digital Bali memiliki posisi tawar yang lebih kuat, bisa berkolaborasi lebih efektif, dan mampu mengambil peran yang lebih besar dalam masa depan ekonomi Bali.
Rektor Primakara University ini juga menambahkan bahwa BCB diproyeksikan memiliki peran strategis yang serupa dengan Bali Tourism Board (BTB) dalam industri pariwisata.
"Kalau pariwisata Bali punya BTB yang kuat memayungi industri pariwisata, maka ekonomi kreatif dan digital Bali juga sudah saatnya memiliki organisasi payung yang kuat," tambah Made Artana.
Harapan Made Artana, BCB bisa memberi kontribusi nyata untuk kemajuan ekraf dan digital Bali, sekaligus memperkuat diversifikasi ekonomi Bali ke depan.
Baca Juga: ICCN Gandeng Greeneration Foundation, Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Jadi Fokus Kolaborasi
Meskipun lahir dari inisiatif akar rumput para pelaku usaha, pembentukan wadah Ekonomi Kreatif ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, yang memfasilitasi pertemuan tersebut, berharap organisasi ini bisa segera beroperasi secara resmi.
Artikel Terkait
Promedia Group dan ICCN Sepakati Kolaborasi, Ekonomi Kreatif Indonesia Didorong Mandiri hingga Daerah
Retrospektif Kota Kreatif Diluncurkan ICCN, E-Book Dokumentasikan Perjalanan Kota Kreatif Indonesia
Open Call ICCN Dibuka, Pelaku Ekonomi Kreatif Berkesempatan Ajukan IP Kreatif untuk Kolaborasi Nasional
ICCN Dukung Film Pelangi di Mars, Ajak Publik Nonton Karya Anak Bangsa yang Inspiratif
ICCN Buka Riset Kota Kreatif Indonesia, Akademisi Diajak Perkuat Data Ekonomi Kreatif Nasional
Momentum Ekonomi Kreatif Disorot, ICCN Dorong Pembenahan Sistem Jasa Kreatif Nasional