Jokowi Sebut Diri Orang Kampung Usai Jusuf Kalla Ungkit Peran di Karier Politik dan Singgung Istilah Termul

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 21 April 2026 | 09:21 WIB
Menyoroti tanggapan mantan Presiden RI, Joko Widodo usai viral pernyataan mantan Wapres RI, Jusuf Kalla soal perannya di karier politik Jokowi.    (Instagram.com/solo.times - undercover.id)
Menyoroti tanggapan mantan Presiden RI, Joko Widodo usai viral pernyataan mantan Wapres RI, Jusuf Kalla soal perannya di karier politik Jokowi. (Instagram.com/solo.times - undercover.id)

 

SOLO, Mediapriangan.com - Mantan Presiden Republik Indonesia, Jokowi, memilih memberikan jawaban diplomatis dan rendah hati dalam menanggapi pernyataan hangat yang dilontarkan oleh mantan wakilnya, Jusuf Kalla.

Di tengah riuh klaim mengenai sejarah karier politik sang mantan wali kota Solo tersebut, ia justru menegaskan jati dirinya sebagai sosok yang sederhana.

"Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," kata Jokowi kepada awak media di Solo, pada Senin, 20 April 2026.

Baca Juga: DPRD Jabar Ingatkan Potensi Penyimpangan Program Desa, Masyarakat Diminta Aktif Mengawasi

Pernyataan singkat tersebut menjadi titik balik dari ketegangan opini yang sempat memanas di ruang publik. Pria yang baru saja purna tugas sebagai Presiden ini enggan berdebat lebih jauh mengenai besarnya jasa pihak lain dalam mengantarkan dirinya ke kursi kepemimpinan tertinggi di Indonesia.

Klaim Sejarah di Balik Kursi Gubernur

Ketegangan ini bermula saat Jusuf Kalla atau JK memberikan klarifikasi terkait berbagai isu yang menerpanya, termasuk laporan hukum pasca-ceramah di Masjid UGM.

Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026, JK secara gamblang mengungkit memorinya saat memboyong Jokowi keluar dari Solo untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2012 silam.

Baca Juga: Dorong Solusi Atasi Kendala Program dan Akses Sistem Pemerintahan, Begini Kata Arip Rachman

Menurut Eks Wapres RI tersebut, perannya sangat krusial dalam meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang kala itu disebut sempat menunjukkan penolakan.

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa," tegasnya.

JK menceritakan bagaimana kegigihannya meyakinkan pihak partai agar mau mengusung nama baru dari daerah tersebut.

"Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," tutur JK.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X