Kehadiran Digital Wellbeing Guidebook juga menjadi salah satu upaya memperkuat budaya perlindungan anak di lingkungan keluarga melalui pendekatan edukatif dan preventif.
Baca Juga: Investor Dapur MBG Tagih Kejelasan Dana Rp218 M, PKS BGN dan Pengelolaan 97 Dapur Jadi Sorotan
Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan bertujuan membatasi pemanfaatan teknologi. Sebaliknya, langkah ini dilakukan agar anak-anak dapat mengakses teknologi secara aman, sehat, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Dengan hadirnya Digital Wellbeing Guidebook, orang tua diharapkan memiliki referensi yang lebih jelas dalam mendampingi anak beraktivitas di ruang digital.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, perlindungan anak dapat diperkuat sehingga pemanfaatan teknologi memberikan manfaat yang optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan dan tumbuh kembang anak sesuai amanat PP TUNAS.***
Artikel Terkait
HeHa Waterfall Puncak Bogor, Wisata Air Terjun Buatan Terbesar yang Jadi Buruan Pecinta Foto
Resto De Leuit Bogor Jadi Pilihan Wisata Kuliner Bogor, Cocok untuk Arisan dan Kumpul Keluarga
DPRD Turun Tangan, Rekrutmen Dewas RSUD KHZ Musthafa Akan Dikuliti
Kota Tasikmalaya Krisis Tahu Tempe, Harga Kedelai Melonjak, Pembeli Berburu ke Pasar Cikurubuk Usai Subuh
SPMB Jawa Barat 2026 Masih Panjang, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tak Panik Soal Sekolah Tujuan
Dasco Ungkap Isi Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo, Fokus Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi