Ramai Isu Tiyo Ardianto dan PDIP, Muncul Sorotan soal Fortuner serta Nama Setyo Sularso

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 17 Juni 2026 | 16:40 WIB
Isu Tiyo Ardianto dan PDIP mencuat setelah muncul dugaan soal Fortuner terkait keluarga Setyo Sularso, namun dibantah PDIP. (Instagram/tiyoardianto_)
Isu Tiyo Ardianto dan PDIP mencuat setelah muncul dugaan soal Fortuner terkait keluarga Setyo Sularso, namun dibantah PDIP. (Instagram/tiyoardianto_)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Sebagian publik di media sosial sedang hangat memperbincangkan isu kedekatan eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dengan lingkungan pejabat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Isu kian merebak setelah Tiyo dikabarkan dekat dengan salah satu tokoh pendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

Usut punya usut, isu yang membayangi sang penggerak aksi mahasiswa untuk menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu bermula dari adanya temuan skandal kepemilikan mobil milik keluarga Setyo Sularso.

Hal itu bermula dari pernyataan BEM Bersatu yang mengungkapkan adanya dugaan kendaraan Fortuner yang kerap digunakan Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, keluarga dari lingkungan tokoh PDIP.

Baca Juga: Viral Alat Pelacak di Mobil Tiyo Ardianto usai Aksi Gejayan, Aktivis Sebut Bentuk Intimidasi

Perwakilan dari BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengklaim Siti Nuraeni merupakan adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

"Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni," kata Rahmat dalam konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, pada Selasa, 16 Juni 2026.

"Adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, dan tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," sambungnya.

Rahmat melanjutkan, dugaan ini diperkuat oleh kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi.

Baca Juga: Mahfud MD Nilai Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Layak Dihukum Mati, Soroti Anggaran BGN yang Mengalir Besar

Dugaan Aksi Mahasiswa yang Ditunggangi

Atas dugaan kedekatan Tiyo Ardianto dengan tokoh politik, Rahmat menilai gerakan mahasiswa harus menjadi suara rakyat, bukan alat untuk merebutkan kekuasaan.

Dalam hal ini, BEM Bersatu menolak narasi-narasi adanya krisis yang tidak berbasis data utuh karena dinilai mengalihkan fokus publik.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis," tegas Rahmat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X