JAKARTA, Mediapriangan.com - Penghentian operasional SPPG di sejumlah daerah menjadi perbincangan luas di media sosial setelah berbagai akun membagikan informasi mengenai terhentinya distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sejumlah pengumuman yang beredar menyebut aktivitas layanan dihentikan sementara karena persoalan dana operasional yang belum tersedia.
Sorotan terhadap operasional SPPG mencuat setelah beberapa unggahan memperlihatkan surat pemberitahuan dan pengumuman resmi dari sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang menyatakan penghentian layanan untuk sementara waktu.
Baca Juga: Investor Dapur MBG Tagih Kejelasan Dana Rp218 M, PKS BGN dan Pengelolaan 97 Dapur Jadi Sorotan
Informasi tersebut kemudian memicu beragam respons dari masyarakat yang mengaku mengalami kondisi serupa di wilayah masing-masing.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Threads @diyonputraandri. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa sejumlah SPPG menghadapi kendala terkait dana operasional sehingga aktivitas pelayanan terpaksa dihentikan sementara.
“Infonya ada kendala terkait dana operasional, artinya belum ada payment dari BGN ke beberapa SPPG tersebut,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip pada Senin, 8 Juni 2026.
Beberapa unit yang disebut dalam unggahan itu antara lain SPPG Krecek Badas Kediri, SPPG Sumedang Tanjungsari 01, SPPG Purwodadi Muara Padang, serta sejumlah SPPG lainnya di berbagai daerah.
Baca Juga: Dasco Ungkap Isi Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo, Fokus Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
Dalam salah satu pengumuman yang beredar, SPPG Purwodadi Muara Padang menjelaskan bahwa operasional SPPG dihentikan sementara karena dana operasional belum cair. Penghentian layanan disebut berlaku mulai 8 Juni 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
“Mohon maaf kami berhenti operasional sementara karena anggaran belum cair mulai 8 Juni 2026 hingga waktu yang tidak ditentukan,” tulis keterangan pada video yang diunggah SPPG pada Minggu, 7 Juni 2026.
Kondisi serupa juga terjadi di Kediri. SPPG Krecek Badas Kediri mengumumkan penghentian sementara distribusi program MBG karena dana operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan belum diterima.
Selain itu, beredar pula surat edaran yang mengatasnamakan SPPH Langkat Tanjung Pura, Sumatera Utara, yang menyatakan penundaan pembagian program MBG mulai 8 Juni 2026 hingga kondisi anggaran kembali memungkinkan untuk menjalankan layanan.
Artikel Terkait
Kepala BGN Sebut Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi Program MBG Hanya Pengandaian demi Hindari Lonjakan Harga Pangan
Prabowo Subianto Rombak BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin Program MBG ke Tahap Berikutnya
Program MBG Tetap Berjalan, Pemerintah Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Pelayanan
DPR Apresiasi Evaluasi BGN oleh Prabowo Subianto, Pergantian Kepala BGN Dinilai Respons Aspirasi Publik
DPR Soroti Kinerja Nanik S Deyang, Dinilai Tepat Memimpin BGN Usai Pergantian Kepala BGN
Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Deretan Kebijakan BGN yang Pernah Memicu Polemik Kembali Disorot