Guruh Sukarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun, Jenazah Sang Maestro Seni Dimakamkan di Karet Bivak

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 26 September 2026 | 18:54 WIB
Mengenang warisan budaya seni dari putra Presiden RI ke-1 Soekarno, Guruh Sukarnoputra yang wafat pada Sabtu, 26 September 2026. (Instagram.com/@infipop.id)
Mengenang warisan budaya seni dari putra Presiden RI ke-1 Soekarno, Guruh Sukarnoputra yang wafat pada Sabtu, 26 September 2026. (Instagram.com/@infipop.id)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh penting dalam perjalanan seni dan budaya. Guruh Sukarnoputra, putra bungsu Presiden RI pertama Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026.

Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra mengembuskan napas terakhir pada usia 73 tahun setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Jenazah Guruh Sukarnoputra rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, setelah salat zuhur. Hal tersebut disampaikan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno.

Baca Juga: Hari Kesehatan Gigi Nasional, PDGI Tasikmalaya Padukan Padel dan Pemeriksaan Gigi Gratis

"Rencananya nanti setelah salat zuhur ya, dan beliau (Guruh Sukarnoputra) akan dimakamkan di Karet Bivak," ucap Sandiaga Uno kepada awak media di Jakarta, pada Sabtu, 26 September 2026.

Menurut Sandiaga, lokasi pemakaman tersebut bukan sekadar keputusan keluarga. Karet Bivak dipilih karena menjadi bagian dari pesan yang pernah disampaikan Guruh Sukarnoputra.

"Pemakamannya itu sesuai dengan pesan beliau," tambahnya.

Kepergian Guruh Sukarnoputra menutup perjalanan panjang seorang seniman yang memilih jalur berbeda dari ayahnya. Jika Soekarno dikenal sebagai tokoh utama dalam perjuangan politik dan kenegaraan, Guruh justru membangun pengaruh melalui seni, musik, tari, dan pertunjukan.

Baca Juga: Ari Lasso Siap Hibur Reuni SMAN 5 Kota Tasikmalaya, 12 Lagu Disiapkan untuk Alumni

Warisan seni dari keluarga Soekarno

Nama Guruh Sukarnoputra tidak bisa dilepaskan dari lingkungan keluarga yang sangat dekat dengan dunia kebudayaan. Darah seni tersebut juga memiliki kaitan erat dengan Soekarno yang dikenal bukan hanya sebagai presiden dan tokoh politik, tetapi juga memiliki ketertarikan besar terhadap seni.

Soekarno dikenal sebagai penggemar sekaligus kolektor karya seni. Ia juga memiliki perhatian terhadap seni pertunjukan dan kebudayaan Indonesia. Lingkungan tersebut ikut membentuk karakter Guruh sejak masa kanak-kanak.

Berdasarkan catatan Arsip Nasional Republik Indonesia, Guruh lahir di Istana Merdeka pada 13 Januari 1953. Sejak kecil, ia telah bersentuhan dengan berbagai bentuk kesenian dan kebudayaan Nusantara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X