Selain menjaring inovasi melalui kompetisi, BTN juga mendorong pengembangan hunian ramah lingkungan melalui Program Rumah Rendah Emisi yang diluncurkan pada kuartal IV 2024 bersama sejumlah developer. Program tersebut melibatkan startup yang mengolah sampah plastik rumah tangga, seperti bungkus mi instan serta sachet sabun dan sampo, menjadi material bangunan untuk lantai, paving, dan dinding.
Baca Juga: Target 25.000 Rumah Terlampaui, Prabowo Optimistis Program 3 Juta Rumah untuk Rakyat Bisa Tercapai
Beberapa startup yang terlibat antara lain Rebrick, Plustik, dan Green Brick. BTN juga berupaya memperluas kemitraan dengan pengusaha di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku usaha dapat berkontribusi dalam pengembangan rumah rendah emisi.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kemahasiswaan ITB Prof. Dr. apt. Muhamad Insanu, S.Si., M.Si. menyambut baik kolaborasi BTN dengan perguruan tinggi. Dia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai peran BTN. Sekaligus mendorong hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Hal yang ingin saya garis bawahi adalah peran perguruan tinggi. Sudah saatnya hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai data atau publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat," terang Insanu.
Baca Juga: 10 Rumah Sakit di Priangan Timur Masuk Jaringan Layanan Kesehatan Gratis Jabar, Ini Daftarnya
Insanu menekankan, perguruan tinggi tidak bisa hanya mengandalkan reputasi institusi. Kolaborasi dengan industri dan berbagai mitra diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak sekadar mendapatkan wawasan baru, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan solusi yang berguna.
"Artinya, ada nilai tambah yang bisa kita peroleh. Mendapat wawasan, pengetahuan, dan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Senada, Ketua Program Master dan Doktor Arsitektur Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB Dr. Eng. Ar. M Donny Koerniawan, S.T., M.T., IAI menilai BTN Housingpreneur Batch 3 sebagai peluang untuk menjembatani penelitian dengan implementasi. Sebab, inovasi dari kalangan akademisi, termasuk di ITB, sudah banyak. Namun, tidak semuanya berhasil dikembangkan menjadi produk atau solusi yang bisa digunakan masyarakat.
Dalam dunia akademik, kondisi tersebut dikenal sebagai death valley atau jurang kematian. Berbagai inovasi kerap terhenti akibat keterbatasan pendanaan, minimnya minat produsen, serta kurangnya jaringan dengan industri. Karena itu, kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, produsen, pemerintah, dan masyarakat menjadi penting agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi atau dokumen akademik.
"Saya melihat BTN Housingpreneur Batch 3 sebagai peluang yang sangat baik. BTN berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan akademisi, pelaku bisnis, dan produsen," ucap Donny.
Karena itu, inisiatif BTN, termasuk melalui roadshow ke kampus-kampus, menjadi langkah menarik untuk mendorong inovasi perumahan agar dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata.***
Artikel Terkait
Buntut Video Dugaan Pesta Sabu di Rutan Depok, 120 Warga Binaan Dipindahkan ke Nusakambangan
Red Sparks Bangkit di Kovo Cup 2026, SOOP Tumbang 0-3 dan Gagal Curi Satu Set dalam Duel di Yeosu
Red Sparks Menang Telak di Kovo Cup 2026, Zhong Hui Cetak 21 Poin Saat SOOP Tumbang 0-3
Syahganda Hubungi Rocky Gerung Usai Sarankan Gibran Mundur
Hasil Pertandinan Kovo Cup 2026, Pink Spiders Taklukkan IBK Altos 3-2, Kindelan Menggila dengan 39 Poin
Heungkuk Life Pink Spiders Lolos Semifinal Kovo Cup 2026, Usai Tekuk IBK Altos dalam Duel Sengit Lima Set
Wajib Halal 18 Oktober 2026, Bukan Hanya Makanan dan Minuman, Ini Daftar Produk yang Perlu Diperiksa
Lumiland Tasikmalaya Dibuka, 5 Juta Lampu LED Jadi Daya Tarik, Guru Bisa Masuk Gratis hingga 15 November 2026
3 Tempat Makan Legendaris di Semarang yang Wajib Masuk Daftar Kuliner, Ada Lumpia Gang Lombok Sejak Abad ke-19
3 Tempat Makan Ayam Goreng Legendaris di Jakarta, Bertahan Sejak 1948 dan Punya Cita Rasa yang Bikin Penasaran