JAKARTA, Mediapriangan.com - Sebanyak delapan UMKM Priangan Timur binaan BI Tasikmalaya mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 14-18 Oktober 2026. Keikutsertaan ini difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya untuk memperluas akses pasar, menjajaki kemitraan usaha, dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
Dari delapan peserta tersebut, dua UMKM binaan, yakni Kalisha dan Bina Bordir, berhasil lolos kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026.
"Capaian ini menunjukkan peluang bagi produk lokal untuk berkembang dalam ekosistem industri halal nasional, sekaligus menjadi langkah awal menuju pasar yang lebih luas," ujar Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Azhar Livaldy Setyawigoena, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga: KKI 2026 Jadi Panggung 16 UMKM Binaan BI Tasikmalaya Tembus Pasar Nasional hingga Global
ISEF ke-13 digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.
"Forum ini mempertemukan lebih dari 1.000 pelaku industri halal melalui lebih dari 100 kegiatan, termasuk pameran, forum bisnis, dan penjajakan kerja sama," katanya.
Bagi Priangan Timur, ujar Azhar, ISEF menjadi sarana menghubungkan pengembangan kapasitas usaha di daerah dengan jejaring pasar, pembiayaan, dan mitra bisnis yang lebih luas.
"Kondisi ini membuka ruang bagi UMKM Priangan Timur, khususnya produk bordir, fesyen muslim, dan makanan halal, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang pasar," ujar Azhar.
Pada ISEF 2026, Bina Bordir, Kalisha, dan Hande mengikuti kategori modest fashion; Abon Rajawali, Mustofa Ibu Emi, dan Dapur CK berpartisipasi dalam pameran makanan halal; Sevatu mengikuti Jawara Export Modest; serta Hirakiya mengikuti business matching pemasaran.
"Keikutsertaan ini diarahkan untuk memperkenalkan produk, memperoleh masukan pasar, membangun jejaring pembeli, dan menjajaki kerja sama usaha. Realisasi transaksi maupun kemitraan hasil ISEF akan menjadi aspek penting dalam evaluasi tindak lanjut kegiatan," terang Azhar.
Dari sisi penguatan industri halal, BI Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dan mitra strategis memfasilitasi sertifikasi halal bagi sekitar 55 UMKM serta mendukung pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di Terminal Tipe A Kota Banjar dan Rest Area Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis.
Artikel Terkait
JAZIRAH x CCE 2026 Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Priangan Timur
JAYANTARA Priangan Timur 2026 Dibuka, BI Dorong UMKM Tasikmalaya Tembus Pasar Ekspor dan Global
Bank Indonesia Tasikmalaya Luncurkan SINDANG PRIATIM Berbasis AI, Perkuat Pengendalian Inflasi di Priangan Timur
OJK Tasikmalaya Perkuat Literasi Keuangan Pelajar, 29 Ribu Rekening Tabungan Dibuka di Priangan Timur
Priangan Timur Raih 4 Prestasi Nasional, Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah Makin Diperkuat
10 Rumah Sakit di Priangan Timur Masuk Jaringan Layanan Kesehatan Gratis Jabar, Ini Daftarnya