nasional

BMKG Sebut Sudah Masuk Musim Kemarau, tapi Hujan Deras Masih Turun di Banyak Wilayah, Ternyata Ini Penyebabnya!

Sabtu, 12 April 2025 | 20:17 WIB
Ilustrasi Hujan di Indonesia Saat Musim Kemarau. (Freepik/freepik)

 

Mediapriangan.com - Meskipun Indonesia dikabarkan telah memasuki musim kemarau pada 2025, sebagian besar wilayah masih mengalami curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Menanggapi fenomena ini, BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau bukan berarti tanpa hujan sama sekali.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, sebelumnya menyatakan bahwa dalam kondisi iklim Indonesia yang kompleks, musim kemarau tetap bisa diselingi oleh hujan.

Baca Juga: Akhirnya Resmi, CPNS dan PPPK 2024 Segera Dapat NIP dan SK Pengangkatan, BKN Umumkan Jadwalnya!

Banyak faktor lain yang memengaruhi pola cuaca di Indonesia, termasuk faktor global dan lokal.
"Meski musim kemarau, bukan berarti tak ada hujan," tegas Dwikorita pada Jumat, 11 April 2025 dalam keterangan resminya.

“Keragaman iklim di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi musim, tapi juga pengaruh global seperti El Nino/La Nina, Madden Julian Oscillation (MJO), serta faktor lokal,” tambahnya.

Bahkan, suhu permukaan laut yang menghangat di sekitar wilayah Indonesia juga ikut mendorong terbentuknya awan dan potensi hujan.

Baca Juga: Lisa Mariana Ungkap Alasan Berat Badannya Naik Drastis, Tak Mau Gugurkan Anak Hasil Hubungan dengan Ridwan Kamil

Kondisi topografi Indonesia yang kompleks turut memperkuat variasi cuaca di tiap daerah.

“Topografi yang terdiri dari pegunungan, lembah, dan garis pantai menyebabkan pola hujan yang berbeda-beda meskipun berada di musim yang sama,” ujarnya.

Dalam rilis resmi BMKG, diprediksi sebanyak 403 Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April hingga Juni 2025.

Baca Juga: Bupati Herdiat Sunarya Ajak Guru di Kabupaten Ciamis Jadikan Idulfitri sebagai Momentum Tingkatkan Pengabdian

Wilayah-wilayah di Nusa Tenggara diperkirakan lebih dahulu mengalami kemarau dibandingkan daerah lain.

Halaman:

Terkini