nasional

Menkeu Purbaya Pangkas DBH DKI Jakarta Rp15 Triliun, Pramono Anung Legawa tapi Siapkan Jurus Efisiensi Anggaran

Selasa, 7 Oktober 2025 | 20:09 WIB
Mengintip fakta terkini pemangkasan dana bagi hasil (DBH) DKI Jakarta oleh Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram.com / @kemenkeuri - @pramonoanungw)

Alih-alih memprotes, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memilih untuk legawa atas keputusan pemerintah pusat. Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab bersama menjaga stabilitas fiskal nasional.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis Jika Serapan Tak Capai Target Akhir Oktober 2025

“Jakarta betul-betul ingin menyelaraskan kebijakan fiskal yang telah diambil oleh pemerintah pusat dalam hal ini, terutama pemotongan DBH,” ungkap Pramono.

“Pemerintah Jakarta sama sekali tidak akan argue terhadap itu,” tegasnya.

Meski begitu, Pramono memastikan DKI tidak akan tinggal diam menghadapi penurunan anggaran yang cukup besar. Ia mengaku tengah menyiapkan skema pembiayaan kreatif, termasuk rencana penerbitan obligasi daerah atau Jakarta Collaboration Fund sebagai sumber dana tambahan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Wacanakan Pemutihan Produsen Rokok Ilegal, Negara Siapkan Skema Cukai Baru yang Lebih Adil

Efisiensi Jadi Kunci

Untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah, Pemprov DKI mulai menyiapkan langkah efisiensi di sejumlah pos yang dianggap tidak prioritas. Pramono mengungkapkan, beberapa kegiatan rutin akan dikurangi agar anggaran fokus pada program strategis publik.

“Yang jelas hal-hal efisiensi yang dilakukan yang berkaitan misalnya perjalanan dinas,” kata Pramono.

“Kemudian anggaran-anggaran belanja yang bukan menjadi prioritas utama. Kemudian juga hal-hal yang berkaitan dengan makan, minum, dan sebagainya,” sebutnya.

Baca Juga: IKN Dikebut Jadi Ibu Kota Politik 2028, Basuki Lapor ke Istana dan Menkeu Purbaya Siapkan 3 Skema Pembiayaan

Langkah efisiensi tersebut, menurutnya, akan menjaga agar roda pemerintahan tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan publik.

Pemangkasan Tertinggi di Indonesia

Dari seluruh provinsi di Indonesia, DKI Jakarta menjadi daerah yang paling terdampak kebijakan pemangkasan DBH. Total potongan Rp15 triliun jauh lebih besar dibandingkan provinsi lain seperti Jawa Timur (Rp2,81 triliun), Jawa Barat (Rp2,45 triliun), dan Jawa Tengah (Rp1,5 triliun).

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa pemotongan besar ini hanyalah langkah sementara. Ia bahkan berseloroh di hadapan Pramono, “Kayaknya (DBH) masih bisa dipotong lagi,” ujarnya sambil tertawa ringan.

Halaman:

Tags

Terkini