Analisis terhadap sampel ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai sumber kayu tersebut, apakah murni terbawa arus alam atau ada indikasi pengangkutan kayu oleh pihak tertentu sebelum Banjir Bandang Sumut terjadi. Temuan teknis inilah yang akan menjadi salah satu parameter penting dalam arah lanjutan Investigasi Bareskrim.
Kayu dari Berbagai Sumber, Tidak Seragam
Identifikasi awal menunjukkan bahwa material yang ditemukan bukan dari satu kategori.
"Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori, kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar (dengan alat berat), kayu hasil longsor, dan kayu hasil pengangkutan loader," ungkap Irhamni.
Keragaman karakteristik Kayu Garoga semakin membuka ruang kecurigaan terhadap potensi aktivitas yang berlangsung sebelum Banjir Bandang Sumut, sekaligus memperkuat alasan perlunya Pemeriksaan PT TBS sebagai bagian dari penyelidikan menyeluruh.
Penelusuran Meluas ke Wilayah Pesisir
Selain wilayah hulu, penelusuran kini diperluas hingga pesisir Sumatra Barat. Irhamni menyebut tim mencoba mengidentifikasi apakah kayu-kayu yang terbawa hingga ke pantai merupakan konsekuensi bencana atau tercampur dengan material hasil aktivitas manusia.
"Tim penyelidikan Sumatra Barat akan melakukan inventarisasi kayu yang berada di pesisir laut apakah akibat bencana atau ada campur tangan manusia terkait kayu-kayu gelonggongan tersebut," ujarnya.***