Material Kayu di Lokasi Banjir Sumatera Jadi Sinyal Kerusakan Hulu, DPR Siapkan Evaluasi Kehutanan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 2 Desember 2025 | 21:36 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman singgung dugaan kerusakan alam di hulu dalam rentetan bencana di Sumatera.  (Instagram/alexindralukmanofficial)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman singgung dugaan kerusakan alam di hulu dalam rentetan bencana di Sumatera. (Instagram/alexindralukmanofficial)

 

Mediapriangan.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa rangkaian banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tak hanya disebabkan curah hujan ekstrem semata.

Temuan material kayu yang terseret arus menjadi sinyal kuat adanya kerusakan hulu yang memperparah dampak bencana. Indikasi ini menegaskan perlunya evaluasi kehutanan secara menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan Alex Indra Lukman usai agenda Komisi IV di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 1 Desember 2025.

Alex Indra Lukman menilai kondisi lapangan menunjukkan faktor lain yang turut berperan selain intensitas hujan.

"Tentu ya curah hujannya sangat ekstrem sekali, tetapi dari material yang terbawa logika kita juga mengatakan ini bukan hanya kemudian air yang melimpah, tetapi ada sesuatu di hulu, di lereng bukit yang terjadi," ujar Alex Indra Lukman.

Baca Juga: Update Pemulihan Bencana Sumatera, Pemerintah Kerahkan Kekuatan Nasional dan Terima Dukungan Malaysia

DPR Panggil Kementerian Kehutanan

Sebagai langkah awal, Komisi IV menjadwalkan rapat khusus bersama Kementerian Kehutanan pada 4 Desember mendatang.

Pertemuan tersebut akan digunakan untuk meminta penjelasan teknis sekaligus membuka ruang evaluasi kehutanan terkait tata kelola hutan di kawasan-kawasan rawan.

"Oleh karena itu nanti pada Kamis, 4 Desember pukul 14.00 kita sudah mengundang Kementerian Kehutanan untuk paparan," kata Alex.

Politikus PDIP itu menyebut pernyataan Menteri Kehutanan mengenai rencana perumusan kebijakan baru menjadi momentum penting memperbaiki kebijakan hulu. Sejumlah materi evaluasi, termasuk opsi mitigasi bencana jangka panjang, telah disiapkan.

"Apalagi kita sudah membaca pernyataan dari pak Menteri Kehutanan bahwa akan melakukan evaluasi dan merumuskan sebuah kebijakan untuk mengatasi hal ini," imbuhnya.

Baca Juga: Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Perhatian Serius, BNPB Sebut Akses Terputus oleh Longsoran 50 Km!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X