"Rencananya hari ini, Rabu, 22 Juli 2026, saya berangkat," sambungnya.
Nanik juga memberikan penjelasan mengenai keputusannya menjalani perawatan di luar negeri. Ia menegaskan bahwa pilihannya tersebut tidak menunjukkan ketidakpercayaan terhadap kemampuan dokter maupun fasilitas kesehatan di Indonesia.
"Ini bukan berarti karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia," beber Nanik.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pernah Ungkap Perkembangan Kasus MBG dan Tambahan 47 Nama
Ia menyebut pengobatan di luar negeri ditempuh sebagai upaya mendapatkan second opinion. Keputusan itu juga dilakukan setelah dirinya memperoleh rekomendasi dari seorang rekan.
"Tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," imbuhnya.
Sebelum dipercaya menjadi Kepala BGN, perjalanan Nanik di lembaga tersebut dimulai ketika dirinya ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional pada 17 September 2025. Pada saat yang sama, ia diberhentikan dari jabatan Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Baca Juga: Inflasi Kota Tasikmalaya Juni 2026 Hanya 0,03 Persen, Penutupan MBG Ikut Tekan Kenaikan Harga
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 8 Juni 2026, Nanik Deyang mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi Kepala BGN. Namun, masa kepemimpinannya berlangsung relatif singkat.
Sekitar 45 hari setelah dilantik sebagai Kepala BGN, Nanik memutuskan untuk mengundurkan diri. Alasan kesehatan menjadi pertimbangan utama karena ia harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Sebelum mengambil keputusan tersebut, Nanik juga mengaku telah menyampaikan niatnya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia memilih untuk fokus menjalani proses pengobatan sekaligus memastikan pengawasan terhadap Badan Gizi Nasional tetap berjalan.
Dengan mundurnya Nanik Deyang, perhatian berikutnya tertuju pada sosok yang akan dipercaya menggantikannya sebagai Kepala BGN. Meski belum menyebut nama secara terbuka, pernyataan mengenai "adik" menjadi petunjuk yang kini memunculkan rasa penasaran mengenai siapa figur yang dimaksud.
Di sisi lain, Nanik memastikan dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan BGN. Setelah proses pergantian pimpinan berlangsung, ia menyatakan tetap akan menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana pesan yang disampaikan Presiden.
Posisi tersebut membuat Nanik Deyang masih memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional, meski tidak lagi berada di kursi Kepala BGN. Sosok yang nantinya ditunjuk sebagai pengganti pun akan berada dalam pengawasan, termasuk dari Nanik yang menyatakan kesiapannya untuk tetap mengawal jalannya lembaga tersebut.***