Baca Juga: Promedia Group Kupas Strategi Konten Digital, Ungkap Cara Tingkatkan Engagement di Setiap Platform
AI Bukan Akhir dari Bisnis Media
Di tengah perubahan tersebut, perkembangan kecerdasan buatan menjadi salah satu tantangan yang paling banyak diperbincangkan dalam industri media.
Agus Sulistriyono mengakui bahwa AI telah berkembang sangat cepat dan mampu membantu berbagai pekerjaan. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyusun tulisan, membuat rangkuman, menerjemahkan bahasa, serta menghasilkan gambar dan video dalam waktu relatif singkat.
Namun, perkembangan teknologi tersebut tidak serta-merta menghilangkan peran jurnalis. Menurut Agus Sulistriyono, terdapat sejumlah pekerjaan jurnalistik yang tetap membutuhkan kemampuan manusia, terutama dalam memperoleh informasi langsung dari lapangan dan membangun hubungan dengan narasumber.
Baca Juga: Promedia Group Audiensi dengan Bakom RI, Bahas Komunikasi Publik dan Peran Media Lokal di Daerah
"Teknologi bisa membantu proses kerja, tetapi kepercayaan publik dibangun melalui verifikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan integritas jurnalistik," menjadi pesan utama yang disampaikan dalam paparannya.
Kekuatan tersebut dinilai menjadi pembeda antara produk jurnalistik dengan informasi yang sekadar dihasilkan menggunakan teknologi.
Verifikasi, pemahaman terhadap persoalan lokal, jaringan narasumber, serta integritas menjadi modal penting yang harus terus dijaga media. Karena itu, kehadiran AI seharusnya tidak hanya dipandang sebagai ancaman, tetapi juga sebagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung efisiensi kerja.
Promedia Grup Dorong Perluasan Ekosistem Digital
Dalam menghadapi perubahan pola konsumsi informasi, Promedia Grup mendorong perusahaan media untuk mengubah cara pandang terhadap bisnis jurnalistik.
Media, menurut Agus Sulistriyono, tidak seharusnya hanya diposisikan sebagai portal berita. Perusahaan media perlu membangun ekosistem digital yang memungkinkan konten terhubung dengan berbagai platform dan karakter audiens.
Konsep ekosistem digital tersebut dapat mencakup website sebagai basis informasi, media sosial untuk memperluas jangkauan, platform video untuk menghadirkan konten audiovisual, kanal percakapan untuk membangun interaksi, serta AI untuk membantu proses kerja tertentu.
Agus Sulistriyono menyampaikan gagasan tersebut kepada para pelaku usaha media, termasuk anggota JMSI Banyuwangi, agar mampu membaca perubahan industri secara lebih adaptif.