Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting bagi keberlangsungan perusahaan media. Teknologi akan terus berubah, begitu pula dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.
Karena itu, Promedia Grup melihat ekosistem digital bukan hanya sebagai strategi distribusi konten, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun model bisnis media yang lebih berkelanjutan.
Tantangan Media Ada pada Kemampuan Beradaptasi
Perubahan teknologi pada akhirnya membuat industri media harus melakukan penyesuaian secara berkelanjutan. Media dituntut mampu memahami karakter audiens sekaligus menjaga kualitas informasi yang disampaikan.
Dalam konteks tersebut, ekosistem digital memberikan ruang bagi perusahaan media untuk menjangkau masyarakat melalui berbagai pintu. Namun, perluasan kanal distribusi tetap harus berjalan bersama penguatan kualitas jurnalistik.
Agus Sulistriyono menilai masyarakat akan tetap membutuhkan informasi selama informasi tersebut memiliki nilai, akurat, dan dapat dipercaya.
Karena itu, tantangan bagi media bukan semata-mata bagaimana menghadapi AI, tetapi bagaimana menggunakan perkembangan teknologi tanpa kehilangan fondasi jurnalistik.
Bagi Promedia Grup, pengembangan ekosistem digital menjadi salah satu langkah untuk menjawab perubahan tersebut. Website, media sosial, video, kanal percakapan, dan kecerdasan buatan dapat ditempatkan dalam satu strategi distribusi yang saling melengkapi.
Pada akhirnya, ekosistem digital yang dibangun secara tepat diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan audiens dengan kerja jurnalistik yang tetap mengedepankan verifikasi, kedekatan dengan masyarakat, dan kepercayaan publik.***