nasional

Fahira Almira Ungkap Hasil Second Opinion, Diagnosis Usus Buntu di Indonesia Jadi Sorotan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:41 WIB
Fahira Almira menjelaskan second opinion setelah diagnosis usus buntu di Indonesia berbeda dari hasil pemeriksaan Penang, Malaysia, dan ramai dibahas. (Instagram/fahiramira)

 

 

Mediapriangan.com - Sorotan terhadap pengalaman pemeriksaan kesehatan yang dibagikan di media sosial berawal dari perbedaan hasil pemeriksaan antara sejumlah fasilitas kesehatan di Indonesia dan rumah sakit di Penang, Malaysia. Perbincangan itu kemudian berkembang setelah Fahira Almira memberikan penjelasan baru mengenai rangkaian pemeriksaan yang dijalaninya.

Dalam unggahan terbarunya, Fahira Almira menyampaikan permintaan maaf apabila cerita yang ia bagikan sebelumnya menimbulkan persepsi berbeda. Ia menegaskan bahwa materi tersebut dimaksudkan sebagai pengalaman pribadi ketika mencari second opinion, bukan untuk menilai atau menyudutkan tenaga medis maupun rumah sakit tertentu.

“Sebelumnya aku minta maaf kalau ada pihak yang tersinggung dengan cerita ini, aku ingin menegaskan bahwa apa yang aku sampaikan murni pengalaman pribadi,” ucap Fahira dalam video terbarunya, dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Baca Juga: Pabrik Bingkai Duren Sawit Kebakaran Tengah Malam, 25 Mobil Damkar Berjibaku Jinakkan Api

Mencari Jawaban dari Pemeriksaan Lanjutan

Fahira Almira menjelaskan, rangkaian pemeriksaan bermula ketika dirinya mengalami keluhan berupa demam tinggi, nyeri pada bagian kanan perut, serta muntah. Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya mengarah pada dugaan usus buntu dan membuatnya mempertimbangkan tindakan operasi.

“USG menunjukkan appendix 8,1 mm dan aku disarankan operasi. Aku akhirnya memilih untuk operasi di Penang,” ungkap Fahira.

Keputusan menjalani pemeriksaan lanjutan di Penang menjadi bagian dari upayanya memperoleh second opinion. Pemeriksaan menggunakan CT scan kemudian memberikan gambaran yang berbeda dari hasil sebelumnya.

Baca Juga: The Sounds Project Disorot, Hafalan Al Quran Ditukar Miras Berujung 5 Pihak Dilaporkan ke Polisi

“Setelah CT scan di Penang, ternyata hasilnya menunjukkan appendix tampak normal dan tidak ada tanda peradangan,” lanjutnya.

Dari hasil tersebut, Fahira menyebut tidak ada dasar untuk melanjutkan tindakan operasi pada saat itu. Ia pun menekankan bahwa pengalaman tersebut tidak seharusnya dipahami sebagai kesimpulan bahwa semua pemeriksaan di Indonesia keliru.

“Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Jangan takut bertanya dan mencari second opinion jika memang diperlukan. Setiap kondisi pasien berbeda,” sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini