Melalui Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra atau PKC-GSP I hingga IV pada 1979 sampai 1986, Guruh terlibat langsung sebagai koreografer, komposer, sekaligus sutradara.
Konsep yang dibangun memadukan berbagai elemen kesenian tradisional Indonesia dengan sentuhan pertunjukan modern. Skala pementasannya membuat karya Guruh dikenal sebagai salah satu pertunjukan besar yang membawa budaya Indonesia ke dalam format hiburan panggung.
Baca Juga: Bansos PKH-BPNT September 2026 Belum Cair? Cek Bansos dan DTSEN Buka Jalur Usul Diri
Lewat PT Gencar Semarak Perkasa atau GSP Productions, karya Guruh juga dibawa ke sejumlah negara. Panggungnya hadir di Singapura, Jerman, Swedia, Swiss, hingga Australia.
Perhatian Guruh terhadap kehidupan para pekerja seni juga diwujudkan melalui pendirian Yayasan Karya Cipta Indonesia pada 1990.
Jejak panjang tersebut membuat nama Guruh Sukarnoputra tidak hanya tercatat sebagai putra Soekarno. Ia membangun identitasnya sendiri melalui karya seni yang menggabungkan tradisi Indonesia dengan eksplorasi modern.
Kini Guruh Sukarnoputra telah berpulang. Jenazahnya akan dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta Pusat, sesuai pesan yang pernah disampaikannya.***