Mediapriangan.com - Komisi I DPRD Jawa Barat baru-baru ini menerima audiensi dari Forum Guru Honorer Provinsi (FGHP) Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah XI Jawa Barat. Audiensi ini diterima oleh Sekretaris Komisi I DPRD Jawa Barat, Sadar Muslihat.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Jawa Barat Sadar Muslihat menjelaskan bahwa agenda utama audiensi adalah membahas usulan kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jawa Barat untuk Tahun Anggaran (TA) 2024.
“Guru-guru honorer yang mengajar di sekolah negeri namun belum berstatus ASN maupun PPPK datang untuk mengeluhkan status mereka. Mereka berharap dapat diangkat menjadi PPPK,” ujar Sadar Muslihat.
Dalam audiensi tersebut, FGHP KCD Wilayah XI Jawa Barat meminta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mengajukan penambahan kuota PPPK guru kepada pemerintah pusat.
Pertemuan ini juga mengungkap berbagai masalah terkait PPPK dan ASN baru, khususnya di sektor pendidikan.
Salah satu isu utama adalah pengurangan jam mengajar bagi guru non-ASN dan non-PPPK akibat masuknya guru PPPK baru, yang berdampak langsung pada pendapatan mereka.
“FGHP KCD Wilayah XI Jawa Barat meminta agar kuota PPPK bagi guru ditambah,” tegas Sadar Muslihat.
Komisi I DPRD Jawa Barat menyatakan akan segera menindaklanjuti masalah ini dengan mengajukan penambahan kuota PPPK untuk guru dalam anggaran berikutnya.
Masalah ini juga akan menjadi prioritas dalam nota yang akan disampaikan kepada pimpinan DPRD Jawa Barat dan selanjutnya kepada gubernur dan pemerintah pusat.
“Kami berharap pimpinan DPRD Jawa Barat dan gubernur dapat memperhatikan masalah ini, karena pembiayaan gaji guru sangat penting, tidak hanya di Garut, tetapi di seluruh Jawa Barat,” tambah Sadar Muslihat.
Artikel Terkait
Anggota Komisi V DPRD Jabar Yod Mintaraga Sarankan Adopsi Model PPDB Yogyakarta untuk Atasi Polemik Pendidikan
Komisi II DPRD Jawa Barat Apresiasi Inisiatif Pemda DIY dalam Tingkatkan Wisatawan dan Rencanakan Penerapan di Jabar
DPRD Jawa Barat Sambut Kunjungan Kerja dari Komisi I DPRD Provinsi Jambi Dalam Studi Banding Ranperda P2APBD 2023
DPRD Jawa Barat Tegaskan ASN Wajib Mundur dari Jabatan untuk Maju di Pilkada 2024, Cegah Penyalahgunaan Fasilitas Negara
DPRD Jawa Barat Gelar Rapat Paripurna Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD dan Penyelenggaraan Kepariwisataan
DPRD Jawa Barat Gelar Rapat Paripurna Jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Mengenai Ranperda P2APBD 2023