Lebih dari itu, pihak kuasa hukum juga menyoroti dampak psikologis yang berat dialami oleh korban.
Selama tiga tahun, korban mengalami tekanan mental karena tidak tahu harus berbicara ke siapa dan bagaimana caranya.
“Selama ini dia (terduga korban, red) cukup tersiksa secara batin, jadi kerugian mental, ya. Bayangkan bagaimana rasanya mengalami apa yang dialami korban selama tiga tahun memendam takut untuk speak up, secara mental terguncang,” tambah Satria.
Fakta bahwa data dokter YA sudah tidak lagi muncul di laman rumah sakit yang bersangkutan juga memicu tanda tanya.
“Data dokter praktek di RS tsb sejak kemarin sore sudah hilang dari google, entah kenapa,” kata Qorry dalam unggahannya.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum memberi penjelasan mengenai kasus yang baru viral Rabu sore lalu.***
Artikel Terkait
Heboh Skandal Suap CPO, Tiga Hakim PN Jakpus Diduga Terima Rp22,5 Miliar, Vonis Lepas Koruptor Ekspor CPO Minyak Goreng
Kementerian PPPA Desak Hukuman Maksimal untuk Dokter PPDS Pelaku Pemerkosaan Anak Pasien, Efek Jera Jadi Prioritas!
Kementerian PPPA Tinjau TKP Pemerkosaan Anak Pasien oleh Oknum Dokter PPDS RSHS Bandung, Ruangan Belum Dioperasikan!
Mahkamah Agung Akui Prihatin, Berhentikan Sementara Hakim Tersangka Suap Kasus Korupsi CPO, Ini Dampaknya!
Tersandung Suap Kasus CPO, Hakim Ali Muhtarom yang Pernah Sidangkan Tom Lembong Kini Diganti Mendadak oleh MA!
Update Skandal Suap Vonis Kasus CPO, Kejagung Tetapkan Tersangka Baru dari PT Wilmar, yang Diduga Setor Rp60 Miliar