Kejadian Keracunan Siswa Marak, DPR Desak BGN Perketat Pengawasan MBG di Lapangan untuk Cegah Kasus Serupa

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 29 Juli 2025 | 13:42 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, meminta BGN makin ketat lakukan supervisi distribusi MBG. (Instagram/sufmi_dasco)
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, meminta BGN makin ketat lakukan supervisi distribusi MBG. (Instagram/sufmi_dasco)

Mediapriangan.com - Kasus keracunan makanan yang didistribusikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di berbagai daerah, termasuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menyikapi maraknya insiden tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil langkah tegas dengan memperketat sistem pengawasan di lapangan.

Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen pada Senin, 28 Juli 2025, Sufmi Dasco menekankan pentingnya supervisi menyeluruh terhadap seluruh proses pelaksanaan MBG, mulai dari kualitas makanan hingga proses distribusinya.

Baca Juga: Viral! Siswa SMA di Tuban Temukan Belatung dalam Lauk Menu MBG, Diduga Ayam Sisa yang Sudah Bau

“Kita lihat bahwa, kita tahu bahwa BGN itu juga mempunyai sistem baru dalam hal supervisi,” ujar Dasco.

Ia juga menambahkan bahwa tenaga supervisi dari BGN harus aktif melakukan pengecekan langsung di lapangan, memastikan makanan yang diberikan aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa.

“Mereka ada tenaga-tenaga untuk supervisi lapangan, baik untuk mengecek kualitas makanan, distribusi, maupun dari sisi pembayaran dari MBG ke dapur,” imbuhnya.

Baca Juga: Menu MBG Viral Dibagikan Masih Mentah, DPR Soroti Mirip Bansos dan Duga Ada Pengalihan Tanggung Jawab Negara

Politikus dari Fraksi Gerindra tersebut berharap pengawasan yang lebih ketat dari BGN dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kami harapkan bahwa kejadian-kejadian yang seperti itu tidak terulang,” tutur Dasco.

Sebagaimana diketahui, insiden keracunan terbaru melibatkan 130 siswa SMP Negeri di Kota Kupang, NTT yang harus dilarikan ke rumah sakit pada 22 Juli 2025 usai mengonsumsi makanan dari program MBG.

Baca Juga: Menu MBG Dibagikan dalam Bentuk Mentah di Tangsel Viral, Kepala BGN Tegaskan Belum Ada Kebijakan Seperti Itu

Selain itu, 13 siswa dari SDN Tenau juga mengalami hal serupa. Tak hanya itu, dua siswa di SMAN 1 Taebenu Kupang dan 75 siswa SMA/SMK di Sumba Barat Daya turut menjadi korban keracunan akibat konsumsi makanan MBG.

Melihat tingginya angka kejadian tersebut, desakan agar BGN segera bertindak cepat dan tepat menjadi perhatian serius di kalangan parlemen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X