Polisi Bongkar Identitas ‘Bjorka’, Hacker Bjorkanesiaa yang Diduga Retas Data Nasabah Bank Swasta untuk Pemerasan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:59 WIB
Foto ilustrasi - Polisi akhirnya berhasil menangkap WFT, pria di balik akun Bjorkanesiaa. Ia diduga retas data nasabah bank swasta dan jual lewat dark web. (Freepik)
Foto ilustrasi - Polisi akhirnya berhasil menangkap WFT, pria di balik akun Bjorkanesiaa. Ia diduga retas data nasabah bank swasta dan jual lewat dark web. (Freepik)

 

Mediapriangan.com - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap identitas sosok yang dikenal publik dengan nama Bjorka, pemilik akun X (dulu Twitter) @bjorkanesiaa.

Tersangka berinisial WFT (22) diduga terlibat dalam kasus peretasan data nasabah salah satu bank swasta di Indonesia.

Kasus ini terungkap setelah kepolisian melakukan penyelidikan panjang selama enam bulan. Penangkapan dilakukan pada 23 September 2025 di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Baca Juga: Bjorka Diduga Membocorkan 6 Juta Data NPWP Warga Indonesia, Termasuk Milik Presiden Jokowi, Gibran, dan Kaesang

Modus dan Peran Tersangka

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa WFT berperan sebagai pemilik akun Bjorka sekaligus pengunggah data.

“Peran dari tersangka, yang bersangkutan adalah pemilik akun media sosial X dengan nama akun Bjorka dan @bjorkanesiaa versi 2020,” ujar Reonald dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (2/10/2025).

Ia menambahkan, WFT juga mengunggah tampilan database nasabah bank swasta ke media sosial serta mengambil data nasabah dari forum gelap internet.

Baca Juga: Cara Mudah Menampilkan Hacker Background di Laptop, Bergaya Polisi Melawan Bjorka. Lagi Viral di TikTok

Identitas ‘Bjorka’ dan Jejak Digital

Wakil Direktur Reserse Siber, AKBP Fian Yunus, mengungkapkan tersangka sudah lama aktif di dunia gelap siber. Ia mulai beroperasi sejak 2020 dengan berganti identitas untuk menyamarkan diri.

“Bjorka ini aktif pada Desember 2024 dan mengubah namanya menjadi SkyWave. Lalu pada Maret 2025 berganti menjadi Shiny Hunter, dan Agustus 2025 menjadi Opposite 6890,” jelas Fian.

Menurutnya, pergantian nama ini disertai dengan penggunaan beragam email dan nomor telepon palsu, sehingga pelaku sangat sulit dilacak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X