Politik Uang Merusak Demokrasi dan Melahirkan Pemimpin Transaksional, Begini Kata Arip Rachman

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:38 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat H. Arip Rachman menegaskan bahwa praktik politik uang mencederai nilai demokrasi. (FD. Farhan Kamil)
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat H. Arip Rachman menegaskan bahwa praktik politik uang mencederai nilai demokrasi. (FD. Farhan Kamil)

 

Mediapriangan.com - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arip Rachman, SE., MM menegaskan, politik uang (money politics) merupakan ancaman serius bagi integritas demokrasi dan kualitas kepemimpinan di Indonesia. Ia menilai praktik tersebut tidak hanya mencederai nilai-nilai demokrasi, tetapi juga berpotensi melahirkan pemimpin yang berpikir transaksional, bukan visioner.

Hal itu disampaikan Arip Rachman dalam kegiatan “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” yang digelar di SMA Negeri 1 Singaparna (SMA Kokol), Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/10/2025). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah guru dan pengurus OSIS, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada generasi muda.

“Politik uang adalah racun demokrasi. Ketika suara rakyat dibeli dengan uang, maka yang terjadi bukan pemilihan, tetapi transaksi. Akibatnya, pemimpin yang terpilih bukan karena integritas dan kompetensinya, tetapi karena kemampuannya membeli suara,” tegas Arip Rachman.

Baca Juga: Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Bahas Penghapusan Denda BPJS dan Perbaikan Layanan Kesehatan

Dalam paparannya, Arip menekankan bahwa hak pilih adalah amanah dan wujud tanggung jawab warga negara. Ia mengingatkan para siswa agar memahami bahwa demokrasi yang sehat dibangun atas dasar suara hati dan akal sehat, bukan atas dasar uang atau iming-iming sesaat.

“Jangan biarkan suara kita dibeli. Gunakan hak pilih dengan jujur dan rasional, karena satu suara menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Arip.

Ia juga menguraikan dampak destruktif dari praktik politik uang. Menurutnya, pemimpin yang terpilih melalui jalan transaksional cenderung mengutamakan pengembalian modal kampanye daripada memperjuangkan kepentingan rakyat.

Baca Juga: Cegah Proyek Asal Jadi, Arip Rachman Minta Warga Sariwangi Turut Pantau Pembangunan

“Pemimpin hasil politik uang tidak akan fokus pada pelayanan publik, tapi sibuk mencari cara menutupi biaya yang telah dikeluarkan. Ini sangat berbahaya bagi kualitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Arip juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi. Ia menyebut, siswa dan pelajar merupakan pemilih potensial pada pemilu mendatang yang harus dibekali kesadaran politik dan tanggung jawab moral.

“Kalian, generasi muda, harus menjadi agen perubahan. Jangan takut menolak atau melaporkan praktik politik uang. Demokrasi yang bersih dimulai dari keberanian pemilih muda menjaga idealisme,” pesan Arip.

Baca Juga: Arip Rachman Ajak Warga Kabupaten Tasikmalaya Taat Pajak, Ungkap Alasan Pentingnya Awasi Pembangunan Daerah

Kegiatan “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” ini sambung Arip, menjadi bagian dari upaya DPRD Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan literasi politik di kalangan pelajar. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan lahir generasi yang melek politik, kritis, dan berintegritas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X