Jawa Barat Butuh Strategi Penanganan Bencana yang Komprehensif dan Berkelanjutan

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 21 November 2025 | 09:39 WIB
Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi menegaskan pentingnya mitigasi dan penanganan bencana terpadu untuk melindungi warga Jawa Barat. (Dok. KDS)
Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi menegaskan pentingnya mitigasi dan penanganan bencana terpadu untuk melindungi warga Jawa Barat. (Dok. KDS)

Baca Juga: Diterjang Banjir dan Longsor, 1.800 Warga Sukabumi Mengungsi: BPBD Sebut Bencana Terbesar Tahun Ini

Di luar itu, Jawa Barat juga berada dalam wilayah rawan gempa bumi. Didi menjelaskan bahwa sumber ancaman datang dari berbagai lini, mulai dari zona megathrust, subduksi, sesar dasar laut, Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Baribis, sesar Garut hingga Sesar Ciremai.

"Pada 2022 saja terdapat 323 gempa mikro di Jawa Barat. Ini menunjukkan tingginya aktivitas seismik yang tidak boleh dianggap remeh,” jelas Didi.

Ia menegaskan, pemerintah wajib memperkuat strategi mitigasi bencana secara terstruktur. Ia juga menekankan bahwa pengurangan risiko tidak mungkin berhasil tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

Baca Juga: BNPB Catat 27 Bencana 29-30 September 2025, dari Banjir, Longsor, Kekeringan hingga Karhutla di Sejumlah Daerah

"Edukasi kebencanaan berbasis komunitas dan optimalisasi sistem peringatan dini adalah langkah penting yang harus terus ditingkatkan,” katanya.

Ia menambahkan, strategi mitigasi yang efektif juga harus melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, relawan, lembaga sosial, hingga tokoh masyarakat. Pemetaan risiko di tingkat desa menurutnya merupakan bagian vital dalam penyempurnaan sistem penanganan bencana.

"Kesiapsiagaan dan mitigasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi agar risiko dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Baca Juga: Istana Bantah Isu Pemangkasan 50 Persen Anggaran BMKG, Sebut Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas Layanan Publik

Melihat tingginya potensi bencana di Jawa Barat dan besarnya dampak yang terus terjadi setiap tahun, penguatan mitigasi dipandang sebagai kebutuhan mendesak.

Strategi penanganan yang komprehensif, berkelanjutan, dan melibatkan banyak pihak dinilai sebagai kunci menjaga keselamatan masyarakat.

Menurut Didi, komitmen jangka panjang dari negara, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat mutlak diperlukan.

"Tanpa kolaborasi lintas sektor, upaya penanganan bencana di Jawa Barat tidak akan optimal. Keselamatan warga harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X