“Alhamdulillah ada donasi masyarakat, dari luar sana ada bantuan. Misal sembako, Alhamdulillah udah aman,” kata salah satu warga Desa Sekumur.
“Yang jelas, yang tercepat alat sarana ibadah, Bu. Kebetulan puasa udah nggak lama lagi, selain itu akses jalan, Bu,” lanjutnya.
Dampak banjir juga dirasakan anak-anak di Desa Sekumur. Sejumlah perlengkapan sekolah hanyut terbawa arus, sehingga mereka berharap bantuan segera datang ke Aceh Tamiang.
“Minta sepatu sama baju sekolah terus peralatan sekolah. Itu juga sama Al-Quran karena pada hanyut,” ungkap seorang anak kepada Marlina Usman.
Hingga kini, sisa material kayu akibat banjir masih menumpuk di kawasan Desa Sekumur. Warga Aceh Tamiang mengeluhkan belum adanya alat berat untuk membersihkan puing-puing tersebut.
“Coba lihat ini, darimana ini dimulai, udah 22 hari belum ada apa-apa. Satu beko pun nggak ada,” ujar Marlina Usman.
“Tidak ada satu pun rumah warga yang tersisa, semua dihantam kayu-kayu yang terbawa oleh derasnya arus air,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Sorotan Gubernur Mualem untuk Penanganan Banjir Aceh Tamiang, Kritik BNPB Makin Menguat
Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Akui Uang Tidak Berharga, Makanan dan Lilin Jadi Kebutuhan Paling Mendesak
Kontur Jalan di Aceh Tamiang Masih Seperti Agar-agar, Warga Khawatir Usai Banjir Bandang 2025
Kisah Pengungsi Bencana Banjir Bandang Aceh Tamiang, Seorang Ibu Mengaku Tak Butuh Uang Usai Kehilangan Rumah
Relawan Bantu Video Call Ibu di Aceh Tamiang dengan Anak di Yaman, Sinyal Masih Sulit Pascabanjir Aceh
Pengungsi Aceh Tamiang Rasakan Kebahagiaan Sederhana, Sebungkus Nasi Padang di Tengah Banjir Aceh Tamiang