Belakangan terungkap, kartu tersebut justru dipegang oleh oknum pendamping PKH dan perangkat desa di wilayah Pemalang.
Dalam perkembangan kasus bansos PKH BPNT ini, Kepala Desa Pesantren saat itu, Nurohim, mengakui pernah menerima uang dari pendamping PKH berinisial IND dengan total Rp150 juta yang diberikan dalam dua tahap.
Baca Juga: KPK Bongkar Dugaan Korupsi Gubernur Riau Abdul Wahid, Ungkap Modus ‘Jatah Preman’ di Dinas PUPR
"Ya memang saya terima uang itu dari mas IND, namun saya tidak tahu menahu asal usul uang tersebut, intinya saya gunakan uang tersebut untuk membeli mobil siaga desa dan menyumbang pembangunan masjid," ujar Kades Pesantren Nurohim saat audiensi terbuka di Balai Desa setempat, Rabu, 4 Oktober 2023, dikutip dari Erapos Online.
Namun sejak kasus dugaan korupsi bansos PKH BPNT di Pemalang mencuat ke publik, Nurohim diketahui telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa Pesantren pada Januari 2025.
Hingga kini, penyelesaian kasus tersebut masih menjadi sorotan publik, terutama terkait peran Bank BNI dalam proses penegakan hukumnya.***
Artikel Terkait
Kasus Korupsi Bansos PKH 2020, KPK Tetapkan 3 Tersangka hingga Cekal Kakak Hary Tanoesoedibjo
Prabowo Gelontorkan Rp1.376 Triliun untuk Bansos, MBG, hingga Subsidi Energi di Tahun 2026
Setuju Tambah Minyak Goreng 2 Liter di Bansos Pangan, Menkeu Purbaya Siap Sisir Anggaran Kementerian dan Lembaga
Menkeu Purbaya Ultimatum BGN soal Penyerapan Anggaran MBG, Siap Tarik Dana dan Alihkan ke Bansos Lain
Menkeu Purbaya Dapat Restu Prabowo, Siap Alihkan Anggaran Tak Terserap di K/L untuk Bansos dan Defisit
Skandal Bansos Beras Rp200 Miliar, Staf Ahli Mensos Edi Suharto Jadi Tersangka, KPK Tetapkan 5 Pihak