Diharapkan kata dia, ada program pemerintah kota yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta menggerakan roda perekonomian sehingga kemampuan daya beli masyarakat meningkat, yang akan berafiliasi terhadap kemampuan masyarakat membayar pajak.
Sementara, wakil pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya H. Wahid menyampaikan pilihan alternatif investasi untuk meningkatan kemampuan fiskal.
Syaratnya, ujar Wahid, pemerintah harus menjamin kondusifitas dan stabilitas investasi sehingga Kota Tasik menjadi pilihan para investor untuk menanamkan investasi di Kota Tasikmalaya.
"Pilihan investasi tidak akan rugi. Forkopimda harus ikut bertanggung jawab bagaimana kondusifitas dan stabilitas Kota Tasikmalaya sehingga membuat nyaman para investor. Jadi harus ada kolaborasi semua lini," ungkap Wahid.
Baca Juga: Perahu di Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya Resmi Dilarang Bunyikan Telolet
Semua stakeholder, forkopimda bisa duduk bareng sehingga target-target khususnya dari pajak dan retribusi bisa saling mendukung.
"Semoga ke depan tidak lagi menggantungkan pada Tansfer Keuangan Daerah (TKD) ketika PAD kita sudah besar," Katanya.***
Artikel Terkait
DPRD Nilai Sistem Abodemen PJU Boros, Anggaran Listrik Kota Tasikmalaya Tembus Rp30 Miliar per Tahun
Empat Tahun Pasca Diresmikan, Aktivitas Pasar Rakyat Cibeureum di Kota Tasikmalaya Masih Sepi
Penjualan Online Kian Marak, 40 Persen Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Gulung Tikar
Wali Kota Tasikmalaya Lantik Empat Pejabat Eselon II, Tekankan Kinerja dan Integritas
Pelantikan 4 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 34 Kepala Sekolah di Kota Tasikmalaya, Ini Daftar Lengkapnya
Sekolah Lansia PWRI Santun Diresmikan di Kota Tasikmalaya, Dorong Kualitas Hidup Lansia Lebih Mandiri