Materi PKN mencakup nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, dengan fokus pada hak dan kewajiban warga negara, penegakan hukum, HAM, demokrasi, serta sistem pemerintahan.
Baca Juga: Arip Rachman Temukan Irigasi Tak Optimal dan Minim PJU di Sukarame Tasikmalaya
“Melalui pembelajaran PKN, siswa dibentuk menjadi warga negara yang peduli, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa patriotisme, tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di masyarakat,” tambah Oktiani.
Ia berharap, kegiatan pendidikan demokrasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar pelajar SMK tumbuh menjadi pemilih pemula yang cerdas, beretika, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
“Jika sejak dini mereka memahami demokrasi dengan benar, maka ke depan kita akan memiliki generasi penerus yang mampu menjaga persatuan dan memperkuat demokrasi Indonesia,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Kebijakan Pemprov Jabar Soal Hibah Pesantren Disorot Saat Reses H. Arip Rachman di Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya
Arip Rachman Ajak Warga Kabupaten Tasikmalaya Taat Pajak, Ungkap Alasan Pentingnya Awasi Pembangunan Daerah
Cegah Proyek Asal Jadi, Arip Rachman Minta Warga Sariwangi Turut Pantau Pembangunan
Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Bahas Penghapusan Denda BPJS dan Perbaikan Layanan Kesehatan
Politik Uang Merusak Demokrasi dan Melahirkan Pemimpin Transaksional, Begini Kata Arip Rachman
Arip Rachman Dorong Penguatan Pendidikan Politik Berbasis Nilai Pancasila di Sekolah