Arip Rachman Dorong Penguatan Pendidikan Politik Berbasis Nilai Pancasila di Sekolah

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:04 WIB
Arip Rachman menegaskan pentingnya penguatan pendidikan politik berbasis nilai Pancasila di SMA Negeri 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/10/2025). (D. Farhan Kamil)
Arip Rachman menegaskan pentingnya penguatan pendidikan politik berbasis nilai Pancasila di SMA Negeri 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/10/2025). (D. Farhan Kamil)

 

Mediapriangan.com - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arip Rachman, SE., MM, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan politik berbasis nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah sebagai fondasi bagi terciptanya generasi muda yang berkarakter dan berjiwa kebangsaan.

Hal itu disampaikan Arip dalam kegiatan “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” yang digelar di SMA Negeri 1 Singaparna (SMA Kokol), Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Kepala Sekolah, sejumlah guru, dan para pengurus OSIS.

“Pendidikan politik berbasis Pancasila penting untuk memperkuat pelaksanaan demokrasi yang sesuai dengan jati diri bangsa. Demokrasi Pancasila merupakan kompromi luhur antara agama, suku, dan budaya. Jalan tengah yang menjaga harmoni kebangsaan di tengah perbedaan,” ujar Arip Rachman.

Baca Juga: Politik Uang Merusak Demokrasi dan Melahirkan Pemimpin Transaksional, Begini Kata Arip Rachman

Menurutnya, tantangan demokrasi saat ini bukan hanya soal prosedur pemilu, tetapi juga soal moralitas dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar bangsa.

Oleh karena itu, penguatan pendidikan politik di sekolah perlu disertai dengan pengendalian arus disinformasi serta penegakan mekanisme akuntabilitas publik.

“Tanpa kontrol moral dan literasi politik, demokrasi akan kehilangan arah. Pendidikan politik di sekolah adalah investasi penting untuk membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan beretika,” tegas Arip.

Baca Juga: Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Bahas Penghapusan Denda BPJS dan Perbaikan Layanan Kesehatan

Sementara itu, Itmam, akademisi sekaligus pemateri dalam kegiatan tersebut, menilai Demokrasi Pancasila sebagai model ideal yang berlandaskan semangat musyawarah, kekeluargaan, dan gotong royong.

Arip menegaskan, prinsip ini membedakan Indonesia dari demokrasi liberal yang cenderung menitikberatkan pada persaingan dan dominasi suara mayoritas.

“Demokrasi kita berakar pada nilai persatuan dan mufakat, bukan pada pertentangan kepentingan atau perebutan kekuasaan,” ujar Itmam.

Baca Juga: Cegah Proyek Asal Jadi, Arip Rachman Minta Warga Sariwangi Turut Pantau Pembangunan

Menurutnya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika politik bangsa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X