TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di halaman Balekota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026).
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian dan evaluasi kritis mahasiswa terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya selama satu tahun terakhir.
Massa aksi bergerak menuju Balekota dengan konvoi puluhan sepeda motor dan satu mobil komando, lengkap dengan atribut organisasi.
Setibanya di lokasi, para mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian, menyuarakan aspirasi serta tuntutan agar Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, hadir langsung menemui massa.
Namun hingga aksi berlangsung, Wali Kota belum juga hadir. Kekecewaan peserta aksi memuncak ketika permintaan untuk masuk ke area gedung Balekota dihadang barikade aparat kepolisian.
Sempat terjadi aksi saling dorong di pintu gerbang, yang menyebabkan seorang mahasiswa mengalami luka di bagian pelipis dan tangan.
Baca Juga: Penertiban Tambang Ilegal Galian C Bungursari, Membuka Polemik Ditubuh PDIP Kota Tasikmalaya
Di bawah terik matahari, massa aksi juga membakar ban bekas sebagai simbol kekecewaan atas absennya kepala daerah. Meski sempat memanas, aksi tetap berlangsung dalam pengawalan aparat keamanan.
Ketua PMII Kota Tasikmalaya, Abdul Aziz, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan semata-mata bentuk protes, melainkan upaya mahasiswa menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
“Ini adalah evaluasi setahun kepemimpinan Viman–Diky. Kami menilai sejumlah program unggulan Pemkot Tasikmalaya seperti Tasik Gemas, Tasik Pintar, Tasik Nyaman, dan lainnya masih belum menyentuh substansi dan cenderung bersifat seremonial,” ujar Abdul Aziz dalam orasinya.
Ia mencontohkan program Tasik Pintar yang menargetkan wajib belajar 12 tahun, namun realitas di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang hanya menempuh pendidikan hingga sembilan tahun.
Selain itu, PMII juga menyoroti pelayanan kesehatan yang dinilai belum optimal, termasuk persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan, serta pembangunan infrastruktur yang kerap berbenturan dengan regulasi.
Artikel Terkait
Atik Suwardi Soroti Royalti Musik, Musisi Kota Tasikmalaya Minta Diky Chandra Hadirkan LMKN
Langkah DPRD Kota Tasikmalaya Respons Aduan Lingkungan, Proyek Lapang Padel Terancam Disegel
Evaluasi OHAN Hafidz Tahap Pertama, Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Program Tasik Religius
Dedi Wahyudi Terpilih Pimpin PAC PDIP Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Muscab Tetapkan Pengurus 2026-2031
PDIP Kota Tasikmalaya Targetkan Delapan Kursi di DPRD tahun 2029
Ribuan Guru Madrasah dan Swasta Datangi Kantor Wali Kota Tasikmalaya, Pertanyakan Pengangkatan Petugas SPPG