ACEH, Mediapriangan.com - Hampir tiga bulan setelah banjir dan longsor menerjang wilayah Aceh Tengah, kondisi sekolah tertimbun banjir di Reje Payung masih menyisakan pemandangan pilu. Bangunan yang dahulu menjadi tempat belajar anak-anak kini berubah menjadi gundukan tanah mengering.
Di tengah puing dan lumpur yang mengeras, dua bocah berdiri menunjuk sisa bangunan yang nyaris tak lagi berbentuk ruang kelas. Sekolah tertimbun banjir itu tampak dipenuhi tanah setinggi hampir menyentuh atap, meninggalkan hanya bagian pintu yang masih terlihat.
“Kelasnya dulu di sini Bang, kelas 4. Pengen sekolah lagi,” ucap anak tersebut sambil menunjukkan kondisi ruang kelasnya.
Baca Juga: Viral Dugaan Pencurian di Bekasi, Nenek Penjual Nasi Uduk Jatiwarna Rugi Rp4 Juta, CCTV Jadi Sorotan
Ungkapan itu menggambarkan kerinduan sederhana untuk kembali belajar di Reje Payung. Namun, realitas di lapangan menunjukkan sekolah tertimbun banjir tersebut belum bisa difungsikan kembali.
Tanah bekas banjir dan longsor mengendap serta mengering di dalam bangunan. Meja dan kursi tak lagi tampak. Untuk sekadar melihat ke dalam, orang dewasa harus berjongkok karena pintu hampir tertutup tanah.
“Ini pintu ya, tanahnya itu setinggi ini, apalagi ruang kelasnya,” ujarnya.
Baca Juga: Banjir susulan Pidie Jaya saat tarawih pertama, warga Aceh hadapi air selutut di malam Ramadan
Banjir dan longsor yang melanda Aceh Tengah pada akhir November 2025 tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memutus akses pendidikan.
Di Reje Payung, sekolah tertimbun banjir menjadi simbol terhentinya aktivitas belajar mengajar.
“Setelah hampir 3 bulan ya bencana banjir bandang dan juga longsor di wilayah Reje Payung, Aceh Tengah. Ini keadaan sekitaran sekolahnya juga masih pada hancur, banyak tumpukan dari bekas kayu gelondongan,” terangnya.
Baca Juga: Viral Bocah Majalaya Bawa Pulang Makanan dari Masjid untuk Nenek, Kisah Haru di Bandung Tuai Simpati
Selain kerusakan fisik, Reje Payung sempat mengalami akses terisolir pascabencana. Jalur menuju desa sulit ditembus, sehingga distribusi bantuan ke Aceh Tengah harus melewati sungai dengan tali sling atau jalur udara.
Artikel Terkait
Fenomena Hari Raya 2026, Imlek, Ramadan, dan Prapaskah Berdekatan, Terjadi di Indonesia
Pendaki Gunung Ijen Selamat usai Hilang, Operasi SAR Banyuwangi Ungkap Fakta Baru di Kawah Ijen
Setahun Kepemimpinan, Tasik Pintar Jadi Fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Pendidikan dan SDM
Ramadan Tiba, KAI Daop 2 Bandung Larang Aktivitas di Jalur Rel, Warga Terancam Sanksi Pidana
Ciamis Siap Jadi Sentra kacang tanah Terintegrasi, Program Libatkan Petani dan Kementerian Pertanian
Tasik Religius Diperkuat, Pemerintah Kota Tasikmalaya Dorong Karakter Islami di Era Viman Alfarizi Ramadhan