Hal ini bertujuan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap relevan dengan selera dan kebutuhan nutrisi masyarakat lokal.
Pengelola didorong untuk terus berinovasi dalam mengolah bahan lokal agar sajian tetap menarik namun tetap sehat.
Evaluasi dan Transparansi Program
Monitoring di SPPG Sukajaya ini juga menjadi ajang evaluasi untuk memetakan kendala teknis yang mungkin terjadi selama distribusi.
Melalui transparansi dan kolaborasi lintas sektor, pelayanan gizi diharapkan dapat terus ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.
Langkah strategis yang dilakukan di Tarogong Kidul ini diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Garut.***
Artikel Terkait
Gandeng Kemenag, Wabup Tasikmalaya Inisiasi Kolaborasi Lintas Sektor untuk Sisir Kasus Anak Tidak Sekolah
Inovasi Penataan Halaman Gedung Sate, Solusi Atasi Macet dan Ruang Aspirasi yang Lebih Estetik
Insiden Mobil Lalamove Terobos Jalur Transjakarta di Bandengan, Penumpang Ungkap Kronologi Aksi Sopir
Bukan Cokelat, Banjir di Cemani Sukoharjo Mendadak Hitam Legam, Warga Geger Temukan Cairan Pekat
Kasus Pelecehan Seksual di Kampus UBL Masuk Jalur Hukum, Korban Laporkan Oknum Dosen ke Polda Metro Jaya
Andovi da Lopez Tantang Keberanian FH UI Usut Kasus Pelecehan, Sebut Ada Tekanan Orang Tua dari Kalangan Pejabat