"Tiba-tiba ada sekitar 30 meter, ada tebing. Tiba-tiba longsor," jelasnya.
Saat tebing ambruk menerjang kubangan area kerja, terdapat belasan orang yang sedang mengoperasikan alat pendulangan.
Mayoritas dari mereka langsung terperangkap di dalam timbunan material yang sangat pekat. Dari total pekerja yang berada di titik maut tersebut, hanya ada tiga orang penambang yang dinyatakan selamat setelah berhasil melompat menjauh dari jalur runtuhan.
"Kami sampaikan bahwa menurut Kapolres, warga saat itu sedang melakukan penambangan. Tradisional ya, dengan menggunakan dompeng dan dulang," tutur Rosya.
Baca Juga: Baku Tembak di Pesawaran Akhiri Pelarian Bahroni Maling Motor Penembak Bripka Arya Supena di Lampung
"Penambang jumlahnya 12 orang. 3 orang berhasil menyelamatkan diri, dan 9 orang tertimpa timbunan longsor dan (dinyatakan) meninggal dunia," tambahnya.
Proses pencarian dan pengangkatan tubuh para korban dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.
Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam material reruntuhan, jasad para pekerja langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada sanak saudara.
Hingga saat ini, laporan resmi menyatakan seluruh jenazah dari sembilan korban tewas tertimbun longsor telah berada di rumah duka masing-masing setelah sebelumnya dievakuasi ke Puskesmas Tanjung Ampalu.***
Artikel Terkait
Bootcamp Affiliator Kota Tasikmalaya, Ratusan Kreator Live TikTok di PPIK Demi Target Penjualan Ratusan Juta
Harga Sapi Kurban di Tasikmalaya Naik Rp2 Juta per Ekor, Sistem Timbang Hidup Kini Jadi Primadona Konsumen
Menanti Aksi Megawati Hangestri Bersama Hyundai Hillstate, Ini Perkiraan Jadwal Debut di Liga Voli Korea 2026-2027
Breaking News! SOOP Resmi Akuisisi AI Peppers di Liga Voli Korea, Tim Voli Putri Ini Pindah dari Gwangju?
Rivalitas Baru Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate, Vanja Bukilic Setia Bersama Red Sparks
Destinasi Wisata Kawah Putih Jadi Primadona Libur Akhir Pekan, Wisata Alam Gunung Patuha Dipadati