Sembilan Korban Tewas di Tambang Emas Sijunjung Sumbar, Tebing Ambruk Tetiba Menimpa Penambang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:42 WIB
Sembilan korban tewas tertimbun longsor di tambang emas Sijunjung Sumbar akibat runtuhnya tebing secara mendadak saat aktivitas pendulangan tradisional. (Instagram.com/topik.sumbar24jam)
Sembilan korban tewas tertimbun longsor di tambang emas Sijunjung Sumbar akibat runtuhnya tebing secara mendadak saat aktivitas pendulangan tradisional. (Instagram.com/topik.sumbar24jam)

 

SUMBAR, Mediapriangan.com - Tragedi memilukan menimpa para pekerja tambang tradisional di kawasan Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

Sebuah tebing mendadak runtuh dan menimbun para pekerja yang sedang beraktivitas di bawahnya. Peristiwa nahas ini mengakibatkan sembilan korban tewas tertimbun longsor, sementara beberapa rekan mereka berhasil lolos dari maut.

Insiden berdarah ini sempat memicu kegemparan di media sosial setelah rekaman situasi pasca-kejadian diunggah oleh akun Instagram @topik.sumbar24jam.

Baca Juga: Ratusan Atlet Berbagai Daerah Unjuk Gigi di Kejuaraan Karate Tasik Open Turnamen 2026, Penonton Antusias

Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan evakuasi serta penyelidikan mendalam di lokasi kejadian yang berada di Jorong Taratak Botung tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, aktivitas penggalian tersebut diduga kuat berjalan tanpa mengantongi izin resmi alias ilegal.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Susmelawati Rosya memberikan konfirmasi resmi mengenai petaka yang menimpa para pekerja tersebut.

Pihak kepolisian resort setempat kini tengah bersiaga dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti-bukti lanjutan.

Baca Juga: Menteri UMKM Ancam Tindak Tegas Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Layanan untuk Seller secara Sepihak

"Berdasarkan informasi dari Kapolres (Sijunjung), memang betul ada kejadian (tambang longsor)," kata Rosya dalam pernyataannya, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Petaka ini bermula ketika sekelompok warga setempat tengah mengadu nasib mencari rekah berkilau di dalam tanah pada Kamis, 14 Mei 2026 siang.

Tanpa ada tanda-tanda alam yang mencurigakan, struktur tanah di bagian atas mendadak labil hingga material tebing ambruk secara kilat.

Jarak runtuhan yang sangat dekat membuat para pekerja di bawahnya tidak sempat meloloskan diri dari kepungan material tanah dan batu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X