"Modus operandi tersangka YRN menawarkan dan menjanjikan kepada para korban di Banjar dapat membuka SPPG," kata Ade.
Tawaran manis tersebut rupanya mengikat para korban hingga mereka bersedia menyerahkan modal dalam jumlah besar tanpa memeriksa keabsahan pendaftaran SPPG online yang menjadi standar baku operasional saat ini. "(Hal itu) dengan syarat memberikan uang Rp75 juta hingga Rp150 juta," tambah Ade.
Kasus penipuan dapur MBG ini awalnya terendus setelah adanya dua laporan kepolisian yang masuk di wilayah Bandung dan Banjar pada awal Januari 2026. Setelah mengumpulkan bukti-bukti kuat, penyidik akhirnya menetapkan empat orang sebagai aktor utama di balik bisnis gelap tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, keempat tersangka yang masing-masing berinisial YRN, OSP, AY, dan AN telah resmi masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh jajaran Polda Jabar. Pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran intensif di lapangan guna menyeret para pelaku ke meja hijau.***
Artikel Terkait
Viral SPPG Bantar Jaya 02 Cuci Ayam MBG di Tempat Wudu Masjid, Klarifikasi Ungkap Alasan Mendesak
Viral SPPG Sidanegara 2 Cilacap Bandingkan MBG dan Palestina, Konten Tuai Kecaman hingga Klarifikasi
Viral MBG Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta, Ngaku Belum Balik Modal Bangun SPPG Rp3,5 Miliar
SPPG Dibekukan Usai Video Viral Pria Joget di Dapur MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Bukan Bisnis Komersial
Viral Pemilik SPPG Bengkulu Serang Netizen Usai Kasus Joget Rp6 Juta, Program MBG Kembali Disorot
Ratusan Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot Geruduk SPPG Citeureup Kembalikan Paket Makan Bergizi Gratis
Dua SPPG di Kota Tasikmalaya Disetop, Masalah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan Kualitas Air Mencuat
Wartawan Dilarang Liput Rapat SPPG Tasikmalaya, Transparansi Badan Gizi Nasional Dipertanyakan!
Insiden Keracunan MBG di Anambas, 155 Warga Dilarikan ke RS, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan Sementara
Satgas MBG Tasikmalaya Soroti Dugaan Kebocoran Limbah SPPG di Tanjungjaya