100 Titik SPPG Fiktif di Cilacap Terungkap, Program MBG Tetap Berjalan Meski Pendaftaran Ditutup

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 23 Juni 2026 | 21:25 WIB
Ilustrasi - Temuan 100 titik SPPG fiktif di Cilacap memicu evaluasi. Program MBG tetap berjalan, sementara pendaftaran SPPG ditutup sementara. (Dok. BGN)
Ilustrasi - Temuan 100 titik SPPG fiktif di Cilacap memicu evaluasi. Program MBG tetap berjalan, sementara pendaftaran SPPG ditutup sementara. (Dok. BGN)

 

CILACAP, Mediapriangan.com - Temuan ratusan titik SPPG fiktif di Kabupaten Cilacap menjadi perhatian pemerintah daerah setelah proses verifikasi lapangan menemukan sejumlah lokasi yang tidak sesuai dengan data pendaftaran.

Meski demikian, pelaksanaan MBG atau Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut dipastikan tetap berlanjut. Pemerintah memilih melakukan pembenahan administrasi dan validasi data agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, mengungkapkan bahwa investigasi dilakukan setelah muncul ratusan usulan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar di daerah tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD Nilai Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Layak Dihukum Mati, Soroti Anggaran BGN yang Mengalir Besar

“Jadi, kemarin dari tim investigasi dan korwil sudah mengadakan rapat bersama. Ternyata sudah muncul sekitar lebih kurang 300 titik SPPG di Kabupaten Cilacap,” ucap Ammy kepada awak media di Alun-alun Cilacap pada Senin, 22 Juni 2026.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian lokasi yang terdaftar sebagai SPPG fiktif tidak memiliki bangunan maupun sarana yang dapat digunakan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

“Setelah didatangi oleh kepala SPPG yang ditunjuk BGN pusat, titik itu (100 titik SPPG) tidak ada bangunan apapun,” imbuhnya.

Baca Juga: Nanik S Deyang Pilih Bungkam soal Motor Listrik BGN, Anas Urbaningrum Ingatkan Peran Jurnalis

Temuan SPPG fiktif tersebut bahkan memunculkan kejanggalan lain. Berdasarkan hasil penelusuran, beberapa titik berada di lokasi yang tidak memungkinkan untuk operasional dapur penyedia MBG.

“(Titik SPPG) Ada yang di tengah hutan, di tengah sawah, ada di tengah kuburan. Nah, jadi isu jual beli titik kemudian titik-titik fiktif, ini yang harus kita benahi,” tambahnya.

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah bersama Badan Gizi Nasional mengambil langkah penghentian sementara pendaftaran titik baru. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan seluruh data yang masuk telah diverifikasi secara akurat.

Baca Juga: Motor Listrik BGN Rp1,03 Triliun Disorot, Dudung Usul Pegawai SPPG Cicil Kendaraan yang Sudah Dirakit

“Hasil rapat terakhir dengan tim investigasi, portal pendaftaran pembukaan titik SPPG ditutup. Kemudian untuk titik fiktif yang sudah teridentifikasi, dihapus lebih dulu sebelum nanti kita lanjut lagi programnya,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X