Arip Rachman Serap Aspirasi Pemuda Tasikmalaya, Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak dan Pengawas Pembangunan

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Minggu, 12 Juli 2026 | 12:32 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Arip Rachman menggelar dialog bersama sejumlah organisasi kepemudaan di Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. DFK)
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Arip Rachman menggelar dialog bersama sejumlah organisasi kepemudaan di Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. DFK)

Meski demikian, ia mendorong para pemuda agar tidak menjadikan keterbatasan bantuan pemerintah sebagai alasan untuk berhenti berkarya.

Menurutnya, semangat inovasi, kreativitas, dan kolaborasi harus terus dibangun sehingga lahir berbagai inisiatif yang mampu menciptakan peluang ekonomi maupun kemajuan daerah.

"Pemuda harus menjadi generasi yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan peluang. Bantuan pemerintah tentu penting, tetapi jangan sampai kreativitas bergantung sepenuhnya pada bantuan," ujarnya.

Baca Juga: Arip Rachman Soroti Perbaikan Jalan dan Irigasi dalam Pengawasan Pemerintahan di Salawu

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Arip juga mengajak kalangan pemuda untuk mengambil peran lebih luas dalam mengawal proses pembangunan di daerah.

Menurutnya, partisipasi generasi muda tidak hanya dibutuhkan dalam menyampaikan kritik dan masukan, tetapi juga dalam memastikan setiap hasil pembangunan dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, melainkan juga dari sejauh mana masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian untuk menjaga fasilitas publik agar tetap berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Dorong Solusi Atasi Kendala Program dan Akses Sistem Pemerintahan, Begini Kata Arip Rachman

"Pemuda harus menjadi motor penggerak masyarakat. Mereka harus ikut mengawasi pembangunan, menjaga hasil-hasil pembangunan, sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," tegasnya.

Arip berharap dialog semacam itu terus dilakukan sebagai sarana membangun komunikasi antara wakil rakyat dan generasi muda.

Dengan demikian, berbagai gagasan, kritik, maupun inovasi dari pemuda dapat menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah yang lebih partisipatif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X