Dari laporan awal, lima korban disebut mengalami kerugian sekitar Rp3,5 miliar. Namun, angka tersebut menurut Ketut belum menggambarkan keseluruhan korban dalam perkara yang sedang didalami.
"Sudah mencapai kerugian Rp20 miliar lebih, karena korbannya sudah diduga jelas lebih dari 10 orang," ungkapnya.
Besarnya nilai kerugian membuat dugaan penipuan CPNS tersebut mendapat perhatian lebih luas. Ketut menyebut korban tidak hanya berada dalam satu kelompok dan wilayah.
Dalam laporan yang disampaikan ke Polda Jawa Timur, pihak korban berharap seluruh rangkaian transaksi, proses seleksi, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dapat ditelusuri.
Baca Juga: Komisi III DPR RI Kawal Kematian Winda Lorenza Gowasa, Polda Sumut dan Keluarga Bakal Dipanggil
Korban Disebut Mendapat Intimidasi
Selain kerugian finansial, kuasa hukum juga mengungkap adanya dugaan intimidasi terhadap sejumlah korban yang hendak membawa perkara tersebut ke jalur hukum.
Menurut Ketut, ada pihak yang disebut berasal dari lingkungan militer dan meminta korban tidak melaporkan perkara tersebut kepada polisi.
"Teman dari instansi yang lain juga mengatakan dan mengancam para korban bahwa justru para korbanlah yang salah, karena korban itu telah melakukan tindak pidana penyuapan," ucapnya.
Baca Juga: Komisi III DPR RI Kawal Kematian Winda Lorenza Gowasa, Polda Sumut dan Keluarga Bakal Dipanggil
Ketut belum mengungkap secara rinci identitas maupun institusi asal pihak yang disebut menjadi perantara dalam perkara tersebut.
"Saya tidak bisa sebutkan detailnya apakah instansinya seperti apa, tapi yang jelas salah satu instansi yang membawa para korban ini merupakan oknum dari instansi kemiliteran," jelasnya.
Polda Jawa Timur Diharapkan Usut Perkara
Pelaporan dugaan penipuan CPNS tersebut dilakukan dengan harapan aparat dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab sekaligus menelusuri penggunaan nama sejumlah lembaga negara dalam proses yang disebut sebagai seleksi susulan.
Baca Juga: 950 Dapur MBG Terancam Tutup Permanen, BGN Soroti Standar Higiene dan Sanitasi
Artikel Terkait
Pegawai RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Dijatuhi Sanksi Administrasi, Wali Kota Viman Minta Bijak Bermedia Sosial
Unggahannya Dirujak Warganet, Pegawai RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya Mengundurkan Diri
Mengejutkan, Kim Hee Jin Buka Suara soal Megawati Hangestri, Singgung Kekuatan Baru Hyundai Hillstate
Pemkab Garut Matangkan GEMAR di Car Free Day, Libatkan Lintas Sektor demi Senam Massal yang Aman dan Meriah
Kronologi Balita Tewas Ditabrak Mobil Oknum Polisi di Bone, Berangkat Nonton Pawai Kemerdekaan Berujung Duka
Norma Zahara Diduga Anak Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Jejak Karier PPPK RSUD dr Soekardjo Jadi Sorotan Publik
Tasik Wedding Festival Targetkan Transaksi Rp10 Miliar, Industri Wedding Tasikmalaya Terus Bertumbuh
Kembangkan Ekonomi Daerah, Pemkab Garut Gandeng OJK Perluas Akses Pembiayaan Pertanian Kentang
Kematian Winda Lorenza Jadi Sorotan, Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Ungkap Luka dan Lapor Polda Sumut
Rieke Diah Pitaloka Soroti Kematian Winda Lorenza, Minta Polisi Tak Buru-buru Simpulkan Bunuh Diri