The Sounds Project Disorot, Hafalan Al Quran Ditukar Miras Berujung 5 Pihak Dilaporkan ke Polisi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:23 WIB
The Sounds Project disorot setelah hafalan Al-Quran ditukar miras dalam sebuah booth. 5 pihak dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus. (Instagram/nowdots)
The Sounds Project disorot setelah hafalan Al-Quran ditukar miras dalam sebuah booth. 5 pihak dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus. (Instagram/nowdots)

Baca Juga: Siswi SMA Tewas Tertemper KRL di Jurangmangu, Polisi Periksa Teman Korban dan Telusuri Dugaan Penyebabnya

Awal Kontroversi di The Sounds Project

Perkara ini bermula dari video yang direkam pengunjung saat festival musik The Sounds Project berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat aktivitas di sebuah booth produk miras yang menggelar challenge bagi pengunjung. Peserta diminta menyampaikan hafalan salah satu surah dalam Al-Quran.

Surah Ad-Duha disebut menjadi bagian dari tantangan tersebut. Peserta yang mampu mengikuti tantangan kemudian mendapatkan imbalan yang diduga berupa satu botol miras.

Baca Juga: RSUD Merah Putih Magelang Disorot usai Ayah Nidia Aurelia Wafat, Pelayanan RSUD Merah Putih Jadi Sorotan

Video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memunculkan sorotan terhadap penggunaan materi keagamaan dalam kegiatan yang berkaitan dengan promosi miras.

Di tengah polemik itu, pihak penyelenggara maupun brand yang booth-nya menjadi lokasi kejadian akhirnya memberikan tanggapan masing-masing.

Penyelenggara The Sounds Project Mengecam

Pihak The Sounds Project menyatakan tidak membenarkan aktivitas yang menjadikan agama sebagai bagian dari permainan atau promosi produk.

Melalui pernyataan di akun Instagram resminya, penyelenggara mengaku kecewa terhadap kejadian yang berlangsung dalam festival tersebut.

Baca Juga: Kiai Anwar Zahid Selamat dari Kecelakaan di Bojonegoro, Alphard Ringsek Usai Ditabrak Truk Trailer

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram The Sounds Project.

"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," sambungnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah kontroversi hafalan Al-Quran dan miras menjadi perhatian luas di media sosial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X