Akademisi NU: Jangan Samakan NU dengan Partai Politik
Kritik serupa disampaikan Akademisi Muda NU yang juga Dosen Magister Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung, Dr. H. Ahmad Subqi, Lc., M.Sy.
Ia mengingatkan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan yang memiliki tradisi, struktur, dan mekanisme berbeda dengan partai politik.
"Jangan samakan NU dengan partai politik. Rois Syuriah adalah para kiai sepuh yang memiliki otoritas keagamaan dan moral dalam organisasi," tegas Ahmad Subqi.
Menurutnya, publik sulit mengabaikan konteks waktu pelaksanaan pertemuan yang berdekatan dengan Muktamar NU. Karena itu, ia menilai wajar apabila muncul berbagai tafsir dan kekhawatiran dari warga Nahdliyin.
Ahmad Subqi menegaskan bahwa pemerintah perlu menjaga jarak yang proporsional dengan proses-proses internal organisasi kemasyarakatan agar tidak memunculkan persepsi adanya campur tangan kekuasaan.
Baca Juga: Gempa NTT M7,7 Rusak RSUD Ruteng, Kemenkes Bangun RS Lapangan dan Kerahkan Logistik Udara
Jaga Marwah Organisasi Keagamaan
Dalam pandangannya, terdapat perbedaan mendasar antara orientasi agama dan politik praktis.
Agama, kata dia, bertumpu pada nilai-nilai moral, keadilan, dan kebenaran yang bersifat prinsipil. Sementara politik sering kali bergerak berdasarkan dinamika kepentingan dan strategi kekuasaan.
Karena itu, pencampuran simbol-simbol agama dengan kepentingan politik praktis berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, termasuk munculnya perpecahan dan polarisasi di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan otoritas tokoh agama dalam arena politik dapat mengurangi marwah lembaga keagamaan sebagai penjaga nilai dan pemersatu umat.
Baca Juga: Pengusaha UMKM Tebet Klaim Diusir Demi SPPG, Deposit Rp8 Juta Ditahan dan Muncul Tagihan Rp30 Juta
Nahdliyin Tasik Kawal Kemandirian Muktamar
Sorotan dari GP Ansor dan kalangan akademisi NU di Tasikmalaya menjadi bagian dari aspirasi warga Nahdliyin daerah yang menginginkan Muktamar ke-35 NU berlangsung secara independen dan bebas dari intervensi.
Artikel Terkait
Sopir Alphard Minta Maaf usai Rusak Motor Driver Ojol di Bintaro, Siap Ganti Seluruh Kerugian
HUT RI ke-81, OJK Tasikmalaya dan Industri Jasa Keuangan Priangan Timur Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat
24 Kopaja Batal Angkut Massa BEM UI, Korlap Sebut Sopir Diduga Diintimidasi Jelang Aksi Bundaran HI
Pemkot Tasikmalaya Naikkan Insentif Guru TPA, TK dan PAUD Rp 50 Ribu, BKPRMI: Baru Wacana
Momen Kocak BEM UI Roasting Polwan di Thamrin, Spanduk "Kami Siap Melayani" Jadi Sorotan
Pria Tanpa Busana Serang Acak Pemotor di Lenteng Agung, 2 Pengendara Jadi Korban hingga Diamankan Polisi