Mereka berharap seluruh pihak, baik pemerintah maupun kelompok politik tertentu, menghormati kedaulatan organisasi dan memberikan ruang bagi warga NU untuk menentukan arah kepemimpinannya melalui mekanisme yang telah diatur dalam organisasi.
Bagi kalangan Nahdliyin Tasikmalaya, menjaga independensi Muktamar bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjaga marwah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang selama ini berperan besar dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan di Indonesia.***
Artikel Terkait
Sopir Alphard Minta Maaf usai Rusak Motor Driver Ojol di Bintaro, Siap Ganti Seluruh Kerugian
HUT RI ke-81, OJK Tasikmalaya dan Industri Jasa Keuangan Priangan Timur Perkuat Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat
24 Kopaja Batal Angkut Massa BEM UI, Korlap Sebut Sopir Diduga Diintimidasi Jelang Aksi Bundaran HI
Pemkot Tasikmalaya Naikkan Insentif Guru TPA, TK dan PAUD Rp 50 Ribu, BKPRMI: Baru Wacana
Momen Kocak BEM UI Roasting Polwan di Thamrin, Spanduk "Kami Siap Melayani" Jadi Sorotan
Pria Tanpa Busana Serang Acak Pemotor di Lenteng Agung, 2 Pengendara Jadi Korban hingga Diamankan Polisi