Mediapriangan.com - Sebanyak 5 ton rendang disiapkan masyarakat Sumatera Barat atau Sumbar untuk dikirim kepada korban gempa NTT. Bantuan pangan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat Minangkabau setelah gempa NTT mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
Pengiriman rendang dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 700 kilogram rendang telah diberangkatkan menggunakan penerbangan TNI Angkatan Udara untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para korban gempa NTT.
Aksi tersebut digelar melalui kolaborasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar dan Gebu Minang Sumbar. Sejumlah unsur masyarakat Minangkabau ikut bergotong royong menyiapkan rendang sebelum bantuan diberangkatkan ke wilayah terdampak.
Bagi masyarakat Sumbar, pengiriman rendang bukan sekadar bantuan makanan. Langkah itu juga membawa ingatan terhadap pengalaman ketika Sumbar pernah menghadapi bencana besar dan menerima dukungan dari masyarakat berbagai daerah.
Baca Juga: Ansor dan Akademisi NU Tasikmalaya Kritik Undangan KDM ke Syuriah NU Jelang Muktamar
Terinspirasi Bantuan Saat Gempa 2009
Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran, turut terlibat dalam kegiatan memasak rendang yang diperuntukkan bagi korban gempa NTT.
Fadly mengatakan gerakan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat adat Minangkabau terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.
"Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah," kata Fadly dikutip dalam keterangannya, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Fadly, kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana perlu diwujudkan dalam bentuk tindakan. Apalagi, bencana dapat terjadi tanpa mengenal wilayah dan waktu.
Baca Juga: Biaya Haji 2027 Melonjak Jadi Rp107 Juta, Jemaah Justru Diusulkan Bayar Rp42,9 Juta
Ia kemudian mengingat kembali situasi ketika Kota Padang diguncang gempa pada 2009. Saat itu, bantuan dari berbagai daerah berdatangan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
"Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu," sebut Fadly.
Artikel Terkait
24 Kopaja Batal Angkut Massa BEM UI, Korlap Sebut Sopir Diduga Diintimidasi Jelang Aksi Bundaran HI
Pemkot Tasikmalaya Naikkan Insentif Guru TPA, TK dan PAUD Rp 50 Ribu, BKPRMI: Baru Wacana
Momen Kocak BEM UI Roasting Polwan di Thamrin, Spanduk "Kami Siap Melayani" Jadi Sorotan
Pria Tanpa Busana Serang Acak Pemotor di Lenteng Agung, 2 Pengendara Jadi Korban hingga Diamankan Polisi
Pengusaha UMKM Tebet Klaim Diusir Demi SPPG, Deposit Rp8 Juta Ditahan dan Muncul Tagihan Rp30 Juta
Gempa NTT M7,7 Rusak RSUD Ruteng, Kemenkes Bangun RS Lapangan dan Kerahkan Logistik Udara