Namun, tantangan muncul ketika karakteristik mayoritas masyarakat desa, yang sebelumnya adalah petani, harus beradaptasi dengan lingkungan industri dan memperoleh keterampilan baru.
Pemerintah daerah harus memperhatikan ini secara serius dan menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan daya saing masyarakat desa.
"Kami berharap agar masyarakat yang ingin bekerja di kawasan industri memiliki kesempatan yang sama dan dapat memenuhi persyaratan perusahaan," ujar Sadar.
Sadar juga menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan perusahaan, ada alternatif untuk mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi lahan yang lebih produktif sesuai dengan kebutuhan industri.
"Misalnya, dengan menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi pekerja industri di sekitar kawasan tersebut," kata Sekretaris Komisi I DPRD Jawa Barat ini.
Dengan demikian, keselarasan antara karakteristik masyarakat, perubahan status desa, dan kebutuhan industri menjadi kunci dalam memajukan wilayah tersebut secara berkelanjutan.***