Namun, tantangan muncul ketika karakteristik mayoritas masyarakat desa, yang sebelumnya adalah petani, harus beradaptasi dengan lingkungan industri dan memperoleh keterampilan baru.
Pemerintah daerah harus memperhatikan ini secara serius dan menyediakan program pelatihan untuk meningkatkan daya saing masyarakat desa.
"Kami berharap agar masyarakat yang ingin bekerja di kawasan industri memiliki kesempatan yang sama dan dapat memenuhi persyaratan perusahaan," ujar Sadar.
Sadar juga menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan perusahaan, ada alternatif untuk mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi lahan yang lebih produktif sesuai dengan kebutuhan industri.
"Misalnya, dengan menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi pekerja industri di sekitar kawasan tersebut," kata Sekretaris Komisi I DPRD Jawa Barat ini.
Dengan demikian, keselarasan antara karakteristik masyarakat, perubahan status desa, dan kebutuhan industri menjadi kunci dalam memajukan wilayah tersebut secara berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, Pengambilan Sumpah PAW Rita Sari Puspita dan Endah Suwarni
Komisi V DPRD Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Tuntutan KSPSI Terkait Kepgub Upah
Strategi Terpadu Penanganan Sampah di Kabupaten Garut, Ini Solusi Anggota DPRD Jawa Barat Deden Galih
Komisi I DPRD Jabar Dorong KPU Kabupaten Kuningan Tingkatkan Antisipasi Menanggulangi Potensi Hambatan Pemilu
Komisi V Dorong Penurunan Angka Stunting di Jawa Barat, Program TOSS di Kabupaten Garut Menjadi Contoh Terbaik
Sorotan Komisi V DPRD Jawa Barat dalam Mendukung Anak Terlantar, Peningkatan Layanan di PPSGRA Kabupaten Garut