Sebelumnya, Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar mengungkap dugaan adanya aliran dana setoran dari praktik judi sabung ayam yang diterima oleh anggota kepolisian dan TNI.
Pernyataan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan terhadap dua anggota TNI yang berada di lokasi kejadian saat insiden penembakan terjadi.
Menurut keterangan yang diberikan oleh dua saksi tersebut, para pelaku judi rutin memberikan uang "keamanan" kepada oknum TNI dan Polri.
Namun, perbedaan pendapat mengenai jumlah uang setoran disebut sebagai pemicu konflik yang berujung pada penembakan tragis itu.
Dalam keterangan yang disampaikan Asisten Intelijen Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Yogi Muhamanto, disebutkan bahwa perselisihan terkait setoran menjadi penyebab utama ketegangan di antara anggota kepolisian dan TNI sebelum insiden penembakan.
"Komunikasi yang tidak baik itu yang akhirnya memicu insiden yang tidak diinginkan tersebut," jelas Yogi.
Yogi juga mengungkap bahwa mendiang Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, merupakan salah satu pihak yang diduga menerima setoran dari praktik perjudian tersebut.
"Setiap meminta izin, Lusiyanto menjawab silakan, yang penting harus aman. Kata 'aman' itu maksudnya adalah setoran uang. Jadi, memang ada setoran uangnya dari pihak TNI kepada kepolisian," tambahnya.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan TNI. Baik Polri maupun TNI berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini agar kejelasan fakta dapat terungkap ke publik.***